“Kala itu, banyak dokumen dan foto sejarah yang tercecer. Saya inisiatif menyimpannya. Setelah saya tidak lagi menjadi ajudan pada 1989, foto ini tetap saya jaga di rumah karena menyimpan nilai sejarah dan kenangan yang mendalam,” terangnya dengan penuh haru.
Soejarwo menambahkan bahwa foto bersejarah ini sempat dipinjam oleh seorang warga dari Kabupaten Malang dan baru dikembalikan setelah 14 tahun berlalu. Ajaibnya, hingga kini kondisi foto tersebut masih terawat dengan sangat baik, membuktikan kehati-hatian dalam menjaganya.
Baca Juga: Bom Waktu Skandal Suap 1,2 Milyar di Kejaksaan Pengaruhi Tuntutan JPU, Libatkan Jampidsus Kejagung
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas penyerahan dokumen bersejarah yang tak ternilai harganya ini. Ia menyebut foto tersebut sebagai artefak luar biasa yang secara visual menunjukkan betapa kuatnya jejak para leluhur tertanam dalam perjalanan sejarah Kabupaten Trenggalek.
“Foto ini sangat luar biasa karena menggambarkan peristiwa penting di masa lampau, termasuk penanaman pohon beringin yang kini tumbuh rindang di Alun-alun Trenggalek,” ujar Doding dengan kagum.
Lebih lanjut, Doding menekankan bahwa keberadaan foto ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian lingkungan, sebuah nilai luhur yang sejak dahulu kala telah dipegang teguh oleh para pendahulu di Trenggalek.
“Hal ini selaras dengan visi pembangunan jangka panjang daerah, yakni menjaga kelestarian alam seperti yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” pungkas Doding, menandakan bahwa warisan sejarah ini akan menjadi inspirasi dalam membangun Trenggalek di masa depan. Penyerahan foto langka ini menjadi bukti nyata bagaimana sejarah masa lalu dapat menjadi kompas berharga bagi generasi kini dan mendatang.












