Example floating
Example floating
BLITAR

Alokasikan DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Fokuskan Pembenihan dan Bimtek

Prawoto Sadewo
×

Alokasikan DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Fokuskan Pembenihan dan Bimtek

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Upaya meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Blitar terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Salah satunya melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025, yang tahun ini diarahkan sepenuhnya untuk memperkuat sektor hulu pertanian tembakau.

Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar memastikan bahwa alokasi DBHCHT yang diterima tidak hanya sekadar mengikuti regulasi, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki rantai produksi tembakau lokal.

“Pemanfaatan DBHCHT memang ditentukan oleh luasan lahan tembakau di wilayah kami. Namun bagi kami, besar kecilnya anggaran bukan alasan. Yang terpenting adalah bagaimana dana ini sampai ke tangan petani dan membawa manfaat nyata,” ungkap Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Suprayitno, saat diwawancarai Jumat, 2 Mei 2025.

Baca Juga: Sunyi yang Setia: HUT ke-74 Baret Merah di Blitar Jadi Ruang Merawat Loyalitas dan Kedekatan dengan Rakyat

Lukas menjelaskan bahwa selama ini petani masih menghadapi kendala klasik, seperti keterbatasan bibit saat musim tanam. Oleh karena itu, pada 2025, DKPP memprioritaskan penyediaan benih tembakau berkualitas dan bimbingan teknis persemaian.

“Kenapa ini penting? Karena saat musim tanam tiba, petani sering kesulitan mencari bibit yang sesuai. Melalui DBHCHT, kami bantu mereka agar tidak hanya dapat benih, tapi juga bisa menyemai sendiri sesuai SOP yang benar,” jelasnya

Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”

Program tidak berhenti pada pemberian benih. DKPP juga menggulirkan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi petani tembakau. Bimtek ini diarahkan agar petani mampu menyemai secara mandiri, sekaligus memahami penanganan pasca panen—sebuah tahapan penting yang seringkali diabaikan, padahal sangat menentukan kualitas jual hasil panen.