
NGANJUK,MEMO.CO.ID –
Setiap musim kemarau panjang tiba adalah tantangan berat bagi kaum agraris di dua wilayah kecamatan yang tergolong rawan kekeringan. Yaitu Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Jatikalen.
Problem air masih menjadi momok yang menakutkan bagi pahlawan swasembada pangan ini. Tak heran peristiwa gagal panen hingga mengakibatkan kerugian besar terus menghantui mereka (petani,red).
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta
Lagi lagi dinas pertanian daerah berdalih karena faktor alam maka tidak perlu ikut campur problem petani. ” Dalih seperti itu klasik dan bukan rahasia umum lagi,” terang Sunaryo anggota dewan dari komisi lV DPRD Nganjuk.
Pemerintah daerah semestinya lebih berfikir logis bagaimana mencari formula tentang dampak ekonomi dan sosial yang dihadapi ketika mengalami gagal panen. ” Termasuk peningkatan sarana pertanian harus masuk skala prioritas,” ujar politisi dari PDI Perjuangan.
Baca Juga: Jaksa Tuntut Sutrisno Sembilan Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp3,5 Miliar
Gambaran sekilas masih ditegaskan Sunaryo bahwa dengan sulitnya mendapatkan air dan meningkatknya peristiwa gagal panen semestinya pemerintah daerah turun tangan . ” Beri solosinya jangan hanya menjadi data laporan rutin dari PPL,” ungkapnya.












