“Total sekitar 200 sembako yang dibagikan yang terdiri atas 100 hasil iuran para pegawai Kanwil Kemenkum Jatim, 50 paket dari pegawai Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya, dan 50 paket bantuan dari Pengwil Jatim Ikatan Notaris Indonesia,” jelas Haris Sukamto.
Tidak harus menunggu kaya untuk berbagi dengan para warga yang membutuhkan serta ekonomi yang sangat krisis. Bantuan tersebut memang tidaklah besar, tapi besar harapan dapat meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan. Hal tersebut juga menjadi pengingat bahwa tugas sebagai aparatur negara bukan hanya melayani di bidang hukum, tapi juga hadir untuk masyarakat secara langsung.












