Senada dengan itu, Prawoto, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Blitar Raya, menilai kolaborasi antara media dan kepolisian harus dibangun atas dasar kepercayaan dan transparansi. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks.
“Sebagai mitra kepolisian, kami berharap adanya keterbukaan informasi publik. Dengan begitu, kami bisa memastikan bahwa masyarakat mendapatkan berita yang benar dan bermanfaat,” tutur Prawoto.
Baca Juga: Mantan Wabup Blitar Jadi Korban Penipuan, Terpidana Mulia Wiryanto jadi Buron
Kegiatan Piramida ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di Kota Blitar. Di tengah gempuran informasi di media sosial, sinergi antara aparat penegak hukum dan jurnalis dinilai menjadi kunci dalam menangkal disinformasi dan membangun kepercayaan publik.
Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi seperti ini juga sejalan dengan semangat keterbukaan dan partisipasi publik yang digaungkan pemerintah. Media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara institusi negara dan masyarakat, sementara kepolisian diharapkan mampu menghadirkan pelayanan berbasis transparansi dan profesionalitas.
Baca Juga: Tinggalkan Kendaraan Bermotor, PUPR Blitar Bangun Budaya Kerja Ramah Lingkungan
Dengan sinergi yang semakin kuat, Polres Blitar Kota dan insan media berkomitmen menciptakan ruang komunikasi publik yang berimbang, mendorong literasi digital masyarakat, serta menjaga kondusivitas daerah melalui pemberitaan yang membangun dan bertanggung jawab.**












