Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Terlilit Angsuran Tak Bertuan Puluhan Juta, Warga Gondang Cari Keadilan, Dua Lembaga Independen Intens Himpun Fakta Hukum

Mulyadi Memo
×

Terlilit Angsuran Tak Bertuan Puluhan Juta, Warga Gondang Cari Keadilan, Dua Lembaga Independen Intens Himpun Fakta Hukum

Sebarkan artikel ini
IMG20260728161606 scaled

NGANJUK, MEMO – Terjerat angsuran pinjaman tak bertuan , Rikwan Setiabudi ,37, warga Dusun/Desa Pandean Kecamatan Gondang, Nganjuk dengan terpaksa harus meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai guru honorer di sebuah sekolah madrasah swasta di wilayah Kecamatan Baron

Keputusan nekat itu diambil, mengingat honor yang diterima setiap bulannya tidak sebanding dengan besaran angsuran yang harus dibayar di BRI Unit Gondang setiap bulannya sebesar Rp 1. 530.000,-.Sementara honor bulananya hanya Rp 300 ribu hanya cukup untuk beli sabun.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Dengan fakta itu, akhirnya bapak dua anak ini memutar otak bagaimana bisa menghasilkan uang selain untuk membayar angsuran setiap bulannya di BRI juga untuk biaya hidup dan biaya sekolah kedua anaknya.

Akhirnya laki laki bertubuh kurus berkacamata ini terhitung sejak melepas profesi sebagai pendidik dengan terpaksa berpindah haluan menjadi karyawan pabrik dan SPBU.

” Setiap harinya saya harus kerja di dua tempat. Di dua tempat bekerja itu menyita waktu 16 jam setiap hari,” ucap Ikhwan.

Kedengarannya tidak wajar, terkesan seperti kerja rodi. Tidak ada waktu untuk istirahat dan berkumpul keluarga. Pulang dari pabrik langsung pindah ke SPBU. Begitu rutinitas menjemukan dan melelahkan. Tapi seberat apapun harus dilakoni.

Mirisnya lagi, ternyata tidak hanya Rikwan Setiabudi saja yang banting tulang bekerja. Tapi istri tercintanya ,Dewi Nuril Latifah, juga ikut bekerja menjadi karyawan di pabrik sepatu.

Untuk diketahui, meskipun pasangan suami istri ( pasutri) ini sudah banting tulang seperti itu ternyata belum cukup melunasi angsuran dan biaya hidup sehari hari . Terbukti masih cari pinjaman di rentenir dan nekat mencari pinjaman lewat online ( pinjol) meskipun dengan bunga mencekik leher.

Ditanya wartawan memo.co.id kronologis awal utang piutang di BRI Unit Gondang ersebut, dibeberkan Rikwan bahwa dibitur ( peminjam) sesungguhnya adalah adik kandungnya bernama Moh. Khoirul Arifin . Total pinjaman sebesar Rp 40 juta.

” Karena adik saya meninggal dunia akhirnya pihak BRI memutuskan semua sisa angsuran yang belum terbayar dibebankan kepada saya sebagai ahli waris,” beber Rikwan.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini