Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Surabaya

Bongkar Sidang Maidi Duit Pengamanan Rp27 M Mengalir ke Omah Etan Kulon

A. Daroini
×

Bongkar Sidang Maidi Duit Pengamanan Rp27 M Mengalir ke Omah Etan Kulon

Sebarkan artikel ini
Bongkar Sidang Maidi Duit Pengamanan Rp27 M Mengalir ke Omah Etan Kulon
Bongkar Sidang Maidi Duit Pengamanan Rp27 M Mengalir ke Omah Etan Kulon

MEMO, Surabaya – Istilahnya unik: omah etan dan omah kulon. Tapi maknanya bikin merinding. Bongkar Sidang Maidi Duit Pengamanan Rp27 M Mengalir ke Omah Etan Kulon

Dua sebutan berbahasa Jawa itu mendadak jadi sorotan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Kamis (16/7/2026), di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Usut punya usut, “omah etan” dan “omah kulon” ternyata kode buat dua institusi penegak hukum: kepolisian dan kejaksaan.

Fee Proyek Bervariasi 4 Sampai 10 Persen

Sidang kali ini menghadirkan lima pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun sebagai saksi.

Ada Kepala Bidang Cipta Karya Hesti Setyorini. Ada juga Subkoordinator Penataan Bangunan Gedung Riski Septiyanto, Subkoordinator Penataan Bangunan dan Lingkungan Seno Bayumurti, plus dua staf lain, Didik Dharmono dan Jlitheng Purmianto.

Mereka dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK dalam perkara yang juga menjerat mantan Kepala DPUPR Thariq Megah dan kontraktor Rochim Ruhdiyanto.

Di hadapan majelis hakim, Hesti buka-bukaan. Ia mengakui adanya praktik penarikan commitment fee dari para rekanan proyek DPUPR.

Besarannya tidak seragam. Proyek yang melalui mekanisme lelang dikenai potongan 4 persen. Sementara proyek penunjukan langsung, potongannya jauh lebih besar, tembus 10 persen.

Rp2,7 Miliar Mengalir untuk “Pengamanan”

Nah, ini bagian yang bikin geleng-geleng.

Dari total dana yang dikumpulkan sepanjang tahun anggaran 2025, estimasi kebutuhan khusus untuk pos “pengamanan” kepada aparat penegak hukum di lingkungan DPUPR saja mencapai sekitar Rp2,7 miliar.

Bidang Cipta Karya sendiri disebut menyumbang porsi cukup besar, sekitar Rp740 juta dari total tersebut.

Hesti menegaskan, dana itu bukan mengalir ke kantong pribadi siapa pun. “untuk omah etan dan omah kulon” jadi peruntukan yang ia sebut di hadapan hakim, sembari menegaskan pengumpulan fee itu murni demi pengamanan, bukan buat kepentingan pribadi Thariq.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini