Pemerintah Kota Surabaya menyiagakan seluruh personel penanggulangan bencana kawasan pesisir guna menghadapi peningkatan pasang air laut akibat fenomena astronomis.
Memo, Surabaya — Fenomena Super New Moon Memicu potensi genangan pasang air laut di sepanjang wilayah pesisir Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya secara resmi menetapkan status siaga bencana banjir rob yang diprediksi berlangsung mulai 11 hingga 30 September 2026.
Langkah Mitigasi Darurat Penanggulangan Bencana Pesisir
Langkah taktis penanganan genangan langsung diambil oleh otoritas pemerintah kota guna meminimalkan risiko kerugian masyarakat pesisir. Sistem peringatan dini diaktifkan secara penuh untuk memantau dinamika ketinggian air laut.
Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan penjelasan teknis mengenai kondisi darurat tersebut secara terbuka. Pihaknya mengonfirmasi bahwa peringatan bahaya ini mengacu pada hasil analisis resmi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Tanjung Perak.
Pemerintah Kota Surabaya telah menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk menyiagakan sarana pendukung teknis. Rumah-rumah pompa air di kawasan pesisir dipastikan beroperasi maksimal untuk menyedot limpasan air laut.
Pemetaan Wilayah Pesisir Rawan Genangan
Pemantauan ketat difokuskan pada pemukiman penduduk yang berada di sepanjang garis pantai Surabaya Timur dan Utara. Kawasan wisata pesisir seperti Kenjeran Park menjadi salah satu titik yang mendapatkan pengawasan intensif dari petugas gabungan.
Limpasan air laut yang masuk ke daratan berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian warga serta lalu lintas jalan raya. Posko-posko siaga bencana didirikan untuk mempermudah koordinasi evakuasi darurat.
Peringatan BMKG Terkait Fase Bulan Baru
Pemicu utama peningkatan ketinggian pasang air laut ini berasal dari fase astronomis unik di ruang angkasa. Fenomena Super New Moon terjadi ketika posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.
Gravitasi bulan yang meningkat secara signifikan menarik massa air laut hingga melonjak melampaui ambang batas normal. Kondisi tersebut memicu air laut meluap menuju area daratan pemukiman pesisir.
Edukasi Penyelamatan Mandiri Bagi Masyarakat
Selain menyiagakan prasarana fisik, pihak BPBD Kota Surabaya memprioritaskan keselamatan jiwa warga. Program edukasi mengenai rute evakuasi dan langkah penyelamatan mandiri gencar disosialisasikan di pemukiman rawan.
Masyarakat pesisir diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan harian. Jika genangan air pasang mulai naik dan memasuki area rumah, warga diminta segera berpindah menuju tempat penampungan yang lebih tinggi dan aman.
Akses Kontak Darurat Dan Imbauan Kebersihan
Guna mengantisipasi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat, pemerintah kota menyediakan jalur komunikasi khusus yang beroperasi selama 24 jam nonstop. Warga dapat menghubungi Call Center 112 atau mengirimkan pesan WhatsApp darurat ke nomor 0811-3111-2112.
Petugas lapangan disiagakan untuk merespons setiap laporan permintaan evakuasi maupun bantuan teknis pendukung secara cepat di lokasi bencana.
“Kami imbau warga pesisir pantau informasi pasang surut lewat situs resmi BMKG. Pastikan saluran air bersih,” pungkas Irvan Widyanto mengakhiri keterangannya.
Langkah memastikan kebersihan saluran drainase pemukiman sangat krusial agar aliran limpasan air laut dapat kembali surut menuju laut dengan cepat tanpa menyumbat area pemukiman warga.












