Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Penyaluran Dana PKH Plus Kota Kediri Sasar Ratusan Lansia Kurang Mampu untuk Biaya Pampers

A. Daroini
×

Penyaluran Dana PKH Plus Kota Kediri Sasar Ratusan Lansia Kurang Mampu untuk Biaya Pampers

Sebarkan artikel ini
Penyaluran Dana PKH Plus Kota Kediri Sasar Ratusan Lansia Kurang Mampu untuk Biaya Pampers

KEDIRI, Memo – Penyaluran dana PKH Plus Kota Kediri kembali bergulir untuk memastikan ratusan warga lanjut usia (lansia) di atas 70 tahun dapat memenuhi kebutuhan pokok serta perawatan ekstra di masa tua mereka.

Dinas Sosial setempat memfasilitasi pembagian bantuan tunai sebesar Rp 500.000 per triwulan tersebut pada Selasa (23/6). Langkah ini menjadi angin segar bagi keluarga kurang mampu yang tersebar di berbagai kecamatan.

Baca Juga: Penataan Ulang Kawasan Car Free Day Kota Kediri Buat Pengunjung Nyaman Dan UMKM Berkembang

Prioritas Kebutuhan Sanitasi dan Gizi Lansia

Bagi keluarga yang merawat orang tua berusia senja, dukungan finansial ini dirasakan sangat krusial. Salah satunya diakui oleh keluarga Sulami, warga Tinalan yang kini telah menginjak usia 102 tahun.

“Merawat orang tua di usia lanjut membutuhkan biaya ekstra,” ujar anak bungsu Sulami saat mendampingi ibunya di lokasi.

Baca Juga: Pantau Penerapan Kerja Fleksibel Aparatur Sipil Kediri Mbak Wali Minta Pelayanan Tetap Gaspol

“Bantuan yang kami terima biasanya digunakan untuk membeli pampers dan kebutuhan hariannya. Saya bersyukur dan berterima kasih untuk bantuan PKH Plus ini.”

Ringankan Beban Belanja Bahan Pokok

Selain untuk kebutuhan medis dan sanitasi, dana stimulus ini juga dimanfaatkan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Sukati (86), warga Kelurahan Blabak, mengaku sangat terbantu untuk urusan dapur.

Baca Juga: Mbak Wali Gandeng Pemuda Dongkrak Penguatan Kapasitas Karang Taruna Kediri Lewat Branding

“Bantuan ini sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan harian,” ungkap Sukati yang sudah menerima manfaat program ini sebanyak empat kali.

“Dari pengurus RT yang memberitahukan dan mengantar undangan ke rumah, lalu saat di lokasi semua dibantu oleh pendamping.”

Mekanisme Transaksi Non-Tunai dan Layanan Jemput Bola

Untuk mengantisipasi antrean panjang dan menjaga kenyamanan fisik para lansia, pemerintah menggandeng Bank Jatim. Layanan pun dipecah ke beberapa kantor cabang serta cabang pembantu.

Proses administrasi diwajibkan menggunakan sistem non-tunai demi transparansi. Para penerima manfaat cukup membawa buku rekening Bank Jatim, KTP asli, serta fotokopi KK.

Syarat Pengambilan Menggunakan Surat Kuasa

Bagaimana dengan lansia yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan fisik? Pihak dinas memberikan kelonggaran agar proses pengambilan bisa diwakilkan oleh anggota keluarga terdekat.

Pihak perwakilan wajib membawa surat kuasa resmi yang diketahui oleh kelurahan setempat. Selain itu, mereka harus melampirkan KK serta KTP asli dan fotokopi dari kedua belah pihak.

Pembaruan Data Berkala Setiap Tiga Bulan

Akurasi sasaran menjadi fokus utama agar bantuan finansial ini tidak salah alamat. Pemerintah menerapkan sistem verifikasi faktual secara ketat sebelum dana dicairkan ke rekening masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan bahwa tim pendamping terus bergerak aktif di lapangan guna memantau dinamika kondisi warga.

“Pembaruan data kami lakukan setiap tiga bulan sekali,” jelas Imam Muttakin saat memantau jalannya program.

“Tim pendamping turun langsung melakukan verifikasi faktual di lapangan sebelum penyaluran tahap berikutnya.”

Jika ditemukan adanya penerima yang meninggal dunia atau status ekonominya berubah, penyesuaian data akan langsung dilakukan. Pihaknya berharap program dari APBD Provinsi Jawa Timur ini konsisten menaikkan kualitas hidup lansia.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup para lansia,” pungkas Imam.

“Sekaligus menjadi bentuk perhatian dan memberikan rasa tenang bagi mereka di usia senja dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.”