Example floating
Example floating
TULUNGAGUNG

Skema “Arisan Culas” 12 Rekanan di Pemkab Tulungagung; Menghapus Kompetisi, Atur Pemenang, Dibongkar KPK Paska OTT Gatut Sunu

A. Daroini
×

Skema “Arisan Culas” 12 Rekanan di Pemkab Tulungagung; Menghapus Kompetisi, Atur Pemenang, Dibongkar KPK Paska OTT Gatut Sunu

Sebarkan artikel ini
Skema Arisan Culas 12 Rekanan di Pemkab Tulungagung, Menghapus Kompetisi, Mengatur Pemenang, Dibongkar KPK

Tulungagung, Memo

Dalam tender normal, perusahaan bersaing menawarkan harga terbaik dan kualitas tertinggi. Di Tulungagung, kompetisi itu dimatikan sejak awal.

Baca Juga: Kasus Korupsi Proyek Tulungagung Menyeret Bupati Gatut Sunu dan 12 Bos Rekanan , KPK Bongkar Skema Arisan Proyek

KPK mengidentifikasi sedikitnya 12 perusahaan rekanan yang masuk dalam pusaran pemeriksaan maraton di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim. Pola yang mereka gunakan tergolong klasik namun masif:

Pemenang Bergilir: Para direktur perusahaan, termasuk dari CV Jaya Sakt, CV Kartika Perkasa, hingga PT Demaz Noer Abadi, diduga menggelar kesepakatan di bawah tangan untuk menentukan perusahaan mana yang mendapat giliran memenangkan proyek tertentu (misalnya, proyek jalan atau fasilitas RSUD).

Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Peternak Ayam Tulungagung Tolak Ekspansi Korporasi Global

Perusahaan Pendamping (Company Backing): Agar sistem lelang elektronik (LPSE) terlihat sah dan kompetitif, perusahaan lain dalam lingkaran arisan ini sengaja mengajukan dokumen penawaran formal dengan harga yang sengaja ditinggikan (markup).

Kompensasi “Uang Capek”: Perusahaan yang mengalah atau menjadi pendamping tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka diduga mendapat kompensasi finansial atau jaminan akan “dimenangkan” pada arisan proyek gelombang berikutnya.

Baca Juga: Benang Kusut SK Kepala Sekolah Tulungagung di Balik Bayang-Bayang Korupsi

Instrumen Sandera: Modus “Surat Siluman” Bermaterai Kosong

Mengapa skema culas ini bisa berjalan mulus tanpa ada pejabat daerah yang berani melapor? Di sinilah aspek paling mengerikan dari temuan investigatif KPK terungkap.

Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo diduga tidak sekadar menerima suap secara pasif. Ia mengondisikan sistem pelaporan dan eksekusi melalui ancaman jabatan yang tersistem.