Example floating
Example floating
BLITAR

9 Pasar di Blitar Kian Sepi, DPRD Desak Disperindag Tinggalkan Cara Lama

Prawoto Sadewo
×

9 Pasar di Blitar Kian Sepi, DPRD Desak Disperindag Tinggalkan Cara Lama

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Kondisi pasar tradisional dan pusat kuliner di Kota Blitar yang semakin lengang mendapat perhatian serius dari legislatif. Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, menyatakan keprihatinannya setelah melihat lesunya aktivitas ekonomi di sembilan pasar utama yang menjadi tumpuan hidup warga.

Baca Juga: Paguyuban Petani Tebu dan Sopir Truk Bersatu, Perbaiki Jalan Rusak Blitar Selatan Secara Swadaya

Adapun sembilan pasar yang disorot oleh Nuhan meliputi: Pasar Legi, Pasar Pon, Pasar Wage, Pasar Pahing, Pasar Dimoro, Pasar Templek, Pasar Sepeda, Pasar Loak, hingga Pusat Kuliner.

Nuhan menegaskan bahwa sepinya pasar-pasar tersebut tidak bisa terus-menerus dikambinghitamkan pada faktor belanja daring (online). Menurutnya, ada masalah mendasar pada manajemen dan inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar.

Baca Juga: Jembatan Mangkrak Berbulan-bulan, Pemkot Blitar Dinilai Abai: Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Dikorbankan

“Hasil pantauan kami, sembilan pasar ini mengalami tren penurunan pengunjung yang mengkhawatirkan. Disperindag tidak boleh ‘tidur’. Harus ada langkah luar biasa, bukan sekadar pemeliharaan rutin. Jika pola pengelolaannya masih menggunakan cara lama, pasar-pasar kita akan habis tergilas zaman,” tegas Nuhan Eko Wahyudi dalam keterangannya, Sabtu (02/05).

Kritik Terhadap Pengelolaan Pasar Tematik dan Kuliner

Baca Juga: Dorong Kebijakan Pro Rakyat, Pansus Minta RSUD Mardi Waluyo Segera Realisasikan Parkir Gratis Secara Menyeluruh

Politisi kawakan ini menyoroti secara khusus pasar-pasar tematik seperti Pasar Sepeda, Pasar Loak, dan Pusat Kuliner yang seharusnya memiliki daya tarik wisata tersendiri.

“Pasar Sepeda dan Pasar Loak itu punya segmentasi hobi, harusnya bisa dibuatkan festival atau bursa rutin agar orang luar daerah mau datang ke Blitar. Begitu juga dengan Pusat Kuliner kita, fasilitas sudah ada tapi kalau minim promosi dan kreativitas, ya akan tetap sepi seperti sekarang,” lanjutnya.