NGANJUK, MEMO – Dibalik gencarnya program unggulan daerah dalam rangka mengurangi angka kemiskinan secara ekonomi dan sosial ternyata belum tercapai 100%.
Itu sesuai dengan hasil temuan para kelompok aktivis sosial di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya data real yang dimiliki oleh Ridwan Gondrong.
Baca Juga: Pembagian MBG Untuk Kelompok 3B Tidak Merata, Perwakilan Kades Di Baron Protes SPPG
Data yang dikantongi Ridwan Gondrong kali ini mengangkat tentang sisi kemanusiaan kehidupan anak yatim piatu ( Sarno – Supardi ) warga Lingkungan Pengkol RT 02 RW 03 Klurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom.
Ketertarikan Ridwan Gondrong mengangkat tema itu, karena meskipun keduanya mengalami keterbelakangan mental , namun masih memiliki semangat hidup tinggi dengan cara menjalani profesi sebagai pemulung ( pencari rosok ).
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
” Ini inspirasi berharga. Dengan segala keterbatasannya mereka masih menjunjung tinggi harga diri. Artinya untuk bisa bertahan hidup sama sekali tidak mengandalkan belas kasihan dari orang lain,” kata Ridwan Gondrong.
Hebatnya lagi masih kata Ridwan Gondrong, dari hasil jerih payahnya mencari barang bekas berupa plastik dan kertas yang didapatkannya di tepi jalan dan sungai tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari hari.












