Example floating
Example floating
Jatim

Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon

A. Daroini
×

Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon

Sebarkan artikel ini
Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon
  • Dua anak asal Desa Randegansari terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah terkena sambaran api dari bubuk bahan peledak.
  • Insiden tragis ini bermula saat korban tidak sengaja menginjak tumpukan serbuk mercon yang mereka temukan di jalan desa.
  • Kronologi Tragis Insiden Ledakan Bubuk Petasan di Driyorejo

    Nasib malang menimpa dua bocah laki-laki di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, yang harus menjalani perawatan medis intensif akibat luka bakar serius pada sekujur tubuh mereka.

    Peristiwa memilukan yang terjadi di kawasan Jalan Dusun Randegansari ini dipicu oleh ceceran serbuk mercon di jalanan desa yang tiba-tiba menyulut api saat tidak sengaja terinjak oleh salah satu korban pada Sabtu malam, 21 Maret 2026.

    Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

    Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat bahan peledak petasan di wilayah Jawa Timur, terutama menjelang perayaan hari besar.

    Kedua korban yang diketahui berinisial AA (12) dan MA (11) kini tengah berjuang pulih di bawah pengawasan ketat tim medis setelah tubuh mereka tersambar api yang muncul secara seketika dari material berbahaya tersebut.

    Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

    Kapolsek Driyorejo, Kompol Musirham, membeberkan bahwa kejadian bermula saat kedua anak yang merupakan warga setempat itu menemukan tumpukan serbuk mencurigakan di tengah jalan desa.

    Karena rasa ingin tahu anak-anak yang tinggi namun tidak menyadari risiko yang mengintai, mereka lantas menutupi serbuk tersebut menggunakan sehelai kain sarung dan menindihnya dengan sebongkah batu.

    Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

    Namun, situasi berubah menjadi petaka ketika tumpukan tersebut tidak sengaja terinjak. Gesekan atau tekanan pada serbuk mercon yang sensitif itu langsung memicu reaksi kimia berupa percikan api besar yang menyambar pakaian dan tubuh kedua korban.

    Menurut keterangan pihak kepolisian, api muncul begitu cepat sehingga kedua anak tersebut tidak sempat menghindar atau menyelamatkan diri.

    “Api muncul seketika saat terinjak, dan langsung mengenai kedua korban,” jelas Musirham dalam keterangannya pada Minggu, 22 Maret 2026.

    Dampak dari semburan api tersebut cukup fatal bagi keduanya. AA, yang berusia 12 tahun, dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian wajah dan kedua tangannya.

    Sementara itu, kondisi MA yang berusia 11 tahun jauh lebih memprihatinkan. MA menderita luka bakar serius yang meliputi area wajah, dada, hingga kedua kaki, yang mengharuskan penanganan medis lebih mendalam.

    Sejumlah warga dan saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa suasana seketika berubah menjadi kepanikan saat mendengar teriakan korban. Warga segera memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya membawa kedua bocah tersebut ke rumah sakit terdekat.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Driyorejo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi guna menyelidiki asal-usul serbuk bahan peledak tersebut berada di ruang publik.

    Kompol Musirham mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. Ia menegaskan agar warga tidak bermain-main dengan bahan berbahaya seperti serbuk mercon yang dapat memicu ledakan atau kebakaran sewaktu-waktu.

    Penemuan benda asing atau bubuk mencurigakan di jalan sebaiknya segera dilaporkan kepada pihak berwenang daripada ditangani secara mandiri oleh warga, terlebih oleh anak-anak.

    Kini, fokus utama otoritas terkait adalah memastikan kedua korban mendapatkan perawatan terbaik sembari melanjutkan penyelidikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan bahan peledak yang tercecer di jalan desa tersebut.