Example floating
Example floating
BLITAR

Skandal MBG Blitar: Telur Mentah Dirapel Enam Hari, SOP Diabaikan

Prawoto Sadewo
×

Skandal MBG Blitar: Telur Mentah Dirapel Enam Hari, SOP Diabaikan

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar kembali menuai sorotan keras. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga kembali mengabaikan prosedur pembagian makanan dengan memberikan telur mentah kepada siswa SMK Negeri 1 Blitar.

Baca Juga: Dari Meja Miras ke Bara Api: Kronologi Pembakaran Toko di Garum

SPPG Plosokerep di Jalan Kenari Kota Blitar disebut sebagai pihak penyalur paket tersebut. Menu yang dibagikan dinilai jauh dari standar operasional prosedur (SOP) karena berisi bahan makanan mentah.

Berdasarkan informasi yang diterima, paket MBG tersebut berisi:

Baca Juga: PUPR Kabupaten Blitar Siapkan Jalan Aman untuk Pemudik, 14 Titik Kerusakan Jadi Prioritas

  • 6 butir telur mentah
  • 1 buah apel
  • 1 buah pir
  • 1 bungkus roti
  • 1 liter susu

Seluruh paket itu dirapel untuk 6 hari konsumsi siswa. Padahal, dalam SOP disebutkan bahwa saat masa liburan, makanan yang diberikan harus berupa makanan kering, bukan bahan mentah, dan jika dirapel maksimal hanya untuk 3 hari, bukan 6 hari.

“SMK Negeri 1 hari ini menerima MBG berupa telur mentah untuk 6 hari. Kami sangat prihatin dengan kondisi ini,” keluh salah satu wali murid yang geram karena pembagian tidak sesuai aturan.

Baca Juga: Gerindra Blitar Rangkul Media di Ramadan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik

Selain soal menu, pelaksanaan distribusi juga dipersoalkan. SOP mengatur pembagian setiap Senin dan Kamis, namun praktik di lapangan disebut tidak mengikuti ketentuan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan konsumsi dan kepatuhan pengelola SPPG terhadap aturan.

Para orang tua mendesak agar pihak berwenang turun tangan dan melakukan investigasi terhadap SPPG Plosokerep. Mereka berharap pelanggaran ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kesehatan siswa.

Pihak sekolah pun diharapkan aktif menyampaikan keluhan wali murid, sekaligus memperkuat komunikasi agar persoalan serupa segera ditangani.

Hingga berita ini diturunkan, SPPG Plosokerep belum memberikan klarifikasi meski sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp. Wali murid menegaskan, persoalan ini harus segera diselesaikan demi keselamatan dan kesejahteraan anak-anak mereka.(*)