Tulungagung, Memo
Di tengah himpitan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, seberkas harapan hadir di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung. Selama empat hari, dari 6 hingga 9 Agustus 2025, lokasi ini disulap menjadi pusat Gerakan Pangan Murah (GPM), sebuah inisiatif nyata pemerintah untuk menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat dapat menjangkau bahan pangan.
Angka inflasi di Tulungagung memang menunjukkan sinyal bahaya. Data year-on-year (YoY) per Juli 2025 melonjak hingga 2,86%, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 2,18%. Salah satu kontributor utamanya adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang angka inflasi sebesar 4,17%. Kenaikan ini bukan sekadar statistik, melainkan beban nyata yang dirasakan oleh setiap keluarga di Tulungagung.
Baca Juga: Tragedi Ledakan Petasan Rakitan Di Ponorogo Merenggut Nyawa Seorang Pelajar Muda
Menyadari kondisi ini, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turun langsung dalam pembukaan GPM. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir, tetapi juga memberi solusi konkret atas persoalan kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.
GPM bukan sekadar pasar murah biasa. Ia adalah wadah yang lebih luas, menjadi panggung bagi pelaku UMKM lokal dari berbagai kecamatan untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Partisipasi ini tidak hanya membantu ekonomi mikro, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan daerah. Seperti yang disampaikan Bupati Gatut, “Keterlibatan UMKM ini penting, karena membangun ketahanan pangan tidak bisa lepas dari dukungan sektor ekonomi lokal.”
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Agus Suswantoro, menjelaskan bahwa GPM adalah satu dari sekian banyak langkah strategis yang dilakukan pemerintah. Selain pasar murah, timnya juga aktif memberikan bimbingan teknis kepada petani dan menyalurkan bantuan pangan kepada kelompok rentan, termasuk 434 balita stunting dan keluarga kurang mampu. Langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif, dari hulu ke hilir, untuk menjaga stabilitas pangan.
Dari high-level meeting hingga turun langsung ke pasar, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tulungagung terus bekerja keras. GPM menjadi puncak dari upaya kolektif ini, membuktikan komitmen pemerintah untuk berada di sisi masyarakat, terutama saat gejolak ekonomi terasa paling berat.
Baca Juga: Kesaksian Dua Kades Yakinkan, Skandal Suap Perangkat Desa Kediri Libatkan Forkopimcam












