
NGANJUK,MEMO.CO.ID –
Agenda kunjungan kerja Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Prof.DR Muhajir Efendi di Kabupaten Nganjuk siang hari ini ( 19/2 ) dalam rangka Rapat Koordinasi ( Rakor ) Ikatan Bimbingan Konseling Sekolah ( IKBS ) yang diselenggarakan di pendopo pemkab sedikit ganjil.
Pasalnya tamu kenegaraan yang tiba dilokasi pada pukul 10.15 WIB ini tidak mendapatkan sambutan resmi dari Bupati Nganjuk Taifiqurohman. Justru yang tampak menyambut dan mendampingi Mendikbudnas melihat 13 stand pameran karya sekolah diwakilkan Wakil Bupati KH. Abdul Wakhid Badrus.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Dengan tidak munculnya bupati di acara tersebut mengundang tanda tanya besar dari peserta Rakornas IBKS yang dihadiri ratusan guru BK dari lembaga sekolah SMP,SMA dan SMK baik negeri maupun swasta.
Yang mengejutkan saat Wakil Bupati memberikan sambutan dihadapan peserta sempat menyinggung sebenarnya yang berhak memberikan sambutan adalah bupati. Tapi karena sesuatu hal mohon dimaklumi.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Sementara menurut penuturan sejumlah nara sumber yang berhasil dikonfermasi merasa prehatin dengan tidak hadirnya bupati dalam agenda Rakor IBKS.
” Tamu kenegaraan tanpa ada sambutan resmi dari bupati sungguh memprehatinkan ,” terang salah satu nara sumber yang enggan namanya ditulis.
Sementara dalam sambutan Mendiknasbud Prof.DR H.Muhajir Efendi menitikberatkan pada kompetensi guru BK. Dimana konseling adalah intrumental khusus dalam membentuk karakter dan pengembangan potensi siswa sesuai keahlianya.
Dipuncak acara ditandai dengan penabuhan gong oleh Mendikbudnas sebagai tanda dibukanya Rakor IBKS Kabupaten Nganjuk. ( adi )












