Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Jelang Hari Raya Idul Adha, Mas Dhito Jamin Kesehatan Hewan Kurban Kediri

A. Daroini
×

Jelang Hari Raya Idul Adha, Mas Dhito Jamin Kesehatan Hewan Kurban Kediri

Sebarkan artikel ini

Kediri, Memo – Menjelang Hari Raya Iduladha, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) untuk memastikan kelayakan hewan kurban. Tim kesehatan hewan DKPP diterjunkan langsung ke kandang-kandang peternak untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Plt. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa monitoring ini bertujuan untuk menjamin kesehatan dan usia hewan yang akan dijadikan kurban. “Melalui monitoring ini, kami memastikan kesehatan dan kondisi hewan kurban layak sesuai syariat,” ujarnya pada Kamis (22/5/2025).

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Meskipun kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak ditemukan dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Kediri, ancaman ini tetap menjadi perhatian. Selain vaksinasi yang terus berjalan, petugas juga memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan dan kebersihan kandang.

Data DKPP Kabupaten Kediri menunjukkan populasi hewan kurban siap jual pada 2025 mencapai 12.000 ekor sapi, 46.000 ekor kambing, dan 6.600 ekor domba. Tutik mengungkapkan adanya peningkatan permintaan signifikan, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Kediri. “Permintaan hewan kurban betul-betul luar biasa,” katanya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Tingginya permintaan dari luar daerah mendorong peternak untuk lebih memahami harapan konsumen yang kini semakin selektif. Untuk itu, petugas akan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi setiap hewan yang keluar kandang. “Jadi nanti yang menerima sudah tahu ada SKKH, minimal sudah dicek dokter hewan dan tidak ada indikasi penyakit hewan menular,” tambah Tutik.

Wahyu Widianto, seorang peternak di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, menyambut baik inisiatif pemerintah ini. Ia mengaku SKKH sangat dibutuhkan, terutama karena banyak pembeli yang meminta sertifikat tersebut.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

“Alhamdulillah adanya kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pemerintah ini sangat membantu kami para peternak,” akunya. Di kandang Wahyu, dari 20 ekor sapi miliknya, hampir seluruhnya telah dipesan untuk kurban, ditambah sekitar 200 ekor domba. (Adv/Kominfo)