Example floating
Example floating
Home

Menhub Pastikan Pelabuhan Bakauheni Anti Macet

Avatar
×

Menhub Pastikan Pelabuhan Bakauheni Anti Macet

Sebarkan artikel ini

MEMO – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan jaminan bahwa Pelabuhan Bakauheni di Lampung telah sepenuhnya siap untuk menghadapi gelombang arus balik Lebaran 2025. “Saya memastikan bahwa seluruh tim di Pelabuhan Bakauheni sedang bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar pelayanan menjadi lebih optimal,” tegasnya pada hari Selasa (1/4/2025).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan telah melakukan inspeksi langsung terhadap fasilitas dan infrastruktur transportasi di pelabuhan tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan pelabuhan, sistem penundaan (delaying system), serta pengaturan alur kendaraan dalam menghadapi potensi kepadatan arus balik Lebaran 2025.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Dudy menjelaskan beberapa langkah strategis yang telah diimplementasikan guna mempersiapkan arus balik di Pelabuhan Bakauheni. Langkah-langkah tersebut meliputi penerapan sistem *clustering*, *delaying system*, serta penyediaan *buffer zone*.

Lebih lanjut, berbagai area parkir, termasuk yang terintegrasi dengan *delaying system*, juga telah disiapkan untuk menghindari penumpukan penumpang yang terlalu lama menunggu di area pelabuhan. “Semua ini adalah langkah-langkah teknis yang kami siapkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Mengenai ketersediaan kapal di Pelabuhan Bakauheni, Menteri Perhubungan memastikan bahwa jumlahnya masih sangat mencukupi untuk mengangkut para pemudik. Setidaknya ada 40 kapal yang dioperasikan di berbagai dermaga, yaitu Wika Beton, Bandar Bakau Jaya, dan Bakauheni.

Selama periode mudik yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 31 Maret 2025, tercatat total 225.400 unit kendaraan yang telah menyeberang menuju Pulau Sumatra. Penyeberangan ini dilakukan melalui tiga pelabuhan utama, yaitu Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Menurut Menhub, angka ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 225.637 unit kendaraan. Namun, menariknya, jumlah penumpang justru mengalami peningkatan sebesar 3 persen, yaitu sebanyak 885.828 orang pada tahun ini, dibandingkan dengan 859.521 orang pada tahun sebelumnya.

Dudy berharap agar pelaksanaan arus balik dari Bakauheni menuju Merak dapat berjalan lancar dan tertib, serupa dengan kelancaran arus mudik dari arah sebaliknya. “Semoga rekan-rekan di Pelabuhan Bakauheni dapat memberikan pelayanan yang sama baiknya dengan rekan-rekan mereka di Pelabuhan Merak,” pungkasnya.