Example floating
Example floating
Tekno Digi

Temuan Penelitian Royal Society Open Science di Raja Ampat

Alfi Fida
×

Temuan Penelitian Royal Society Open Science di Raja Ampat

Sebarkan artikel ini
Temuan Penelitian Royal Society Open Science di Raja Ampat
Temuan Penelitian Royal Society Open Science di Raja Ampat

MEMO

Studi terbaru mengenai pergerakan dan habitat pari manta karang di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, membuka wawasan baru tentang pola migrasi dan struktur populasi mereka. Temuan dari penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan kawasan konservasi untuk mendukung kelangsungan hidup pari manta karang.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Implikasi Temuan Terbaru untuk Konservasi Pari Manta Karang

Penelitian terbaru telah mengungkapkan pola pergerakan dan jaringan habitat pari manta karang yang terletak di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Royal Society Open Science, diketahui bahwa pari manta karang sering bermigrasi dari satu habitat penting ke habitat penting lainnya yang berdekatan.

Habitat-habitat ini tersebar di Ayau, Kofiau, Boo, dan Misool. Wilayah ini sebagian besar dikelilingi oleh perairan dalam yang memisahkan mereka dari perairan dangkal di sekitar Pulau Waigeo.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Pari manta karang juga terkadang melakukan perjalanan jauh antara rangkaian penerima sinyal akustik yang terpasang di seluruh perairan Raja Ampat.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Raja Ampat, Konservasi Indonesia, Conservation International, Macquarie University (Australia), dan University of Auckland (Selandia Baru).

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Dilakukan antara 2016 dan 2021, penelitian ini memberikan wawasan yang berguna dalam melindungi pari manta karang.

Migrasi Pari Manta Karang Terungkap! Penelitian Terbaru Terbongkar!

Menurut Edy Setyawan, pemimpin studi, penelitian ini mengidentifikasi pusat lokasi dalam jaringan pergerakan pari manta karang yang penting untuk kelangsungan hidup mereka. Hasilnya menunjukkan adanya tiga sub-populasi pari manta karang yang berbeda secara demografis dan geografis.

Sub-populasi ini mendiami ekosistem atol Ayau di utara Raja Ampat, ekosistem terumbu karang luas di barat laut perairan Raja Ampat, dan ekosistem terumbu karang di tenggara Pulau Misool di selatan Raja Ampat.

Keberadaan struktur meta-populasi mengejutkan para peneliti, karena meskipun pari manta karang dapat berpindah ratusan kilometer, mereka cenderung tetap berada dekat dengan rumah mereka dan jarang bermigrasi antar-wilayah.

Faktor-faktor seperti perairan dalam yang menjadi hambatan alami dan ketersediaan mangsa lokal serta pembersihan habitat di dekatnya dapat menjadi alasan mengapa perilaku ini terjadi.

Edy menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap jaringan ini dapat membantu mengidentifikasi habitat penting dan koridor migrasi pari manta karang, yang dapat digunakan dalam upaya konservasi.

Iqbal Herwata dari Konservasi Indonesia menambahkan bahwa temuan ini dapat mendukung pengelolaan kawasan konservasi perairan Raja Ampat. Iqbal merekomendasikan pembentukan tiga unit pengelolaan yang fokus pada masing-masing sub-populasi pari manta karang untuk meningkatkan upaya konservasi.

Pari Manta Karang di Raja Ampat: Temuan Terbaru dan Implikasi untuk Konservasi

Penelitian yang dilakukan antara 2016 dan 2021 di Kepulauan Raja Ampat mengungkapkan bahwa pari manta karang memiliki pola pergerakan yang kompleks. Meskipun memiliki kemampuan untuk berpindah jauh, mereka cenderung tetap dekat dengan habitat utama mereka.

Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang tepat dalam upaya konservasi, dengan mengidentifikasi habitat penting dan koridor migrasi bagi pari manta karang. Rekomendasi untuk pembentukan unit pengelolaan yang fokus pada sub-populasi tertentu juga diajukan untuk meningkatkan efektivitas upaya konservasi bagi spesies ini di Raja Ampat.