Example floating
Example floating
BirokrasiJatim

Madrasah-Madrasah di Madura Dapat Pelajaran Unik dari Relawan

×

Madrasah-Madrasah di Madura Dapat Pelajaran Unik dari Relawan

Sebarkan artikel ini
Madrasah-Madrasah di Madura Dapat Pelajaran Unik dari Relawan

MEMO,Pemekasan:  Pada tahun 2023, Madura akan menjadi saksi program unik yang melibatkan relawan dari berbagai latar belakang untuk mengajar di madrasah-madrasahnya.

Dalam kerjasama antara Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur dan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan, siswa-siswa madrasah akan menerima pelajaran khusus tentang penanggulangan bencana, sesuatu yang jarang mereka dapatkan dalam kurikulum biasa.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

PGMNI Jatim Gandeng FRPB Pamekasan untuk Program Madrasah Memanggil 2023

Persatuan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur berencana menggelar program yang disebut “Madrasah Memanggil” pada tahun 2023 mendatang.

Program ini akan melibatkan kerjasama antara para relawan dari berbagai instansi dan organisasi dengan tujuan memberikan pengajaran di berbagai madrasah di pulau Madura. Salah satu kerjasama yang telah terjalin adalah dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

Ketua PGMNI Jatim, Moh. Ali Muhsin: Siswa Madrasah Harus Siap Hadapi Bencana

Ketua PGMNI Jatim, Moh. Ali Muhsin, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan FRPB Pamekasan untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai upaya penanggulangan bencana.

“Program ini sangat penting, karena para siswa madrasah jarang mendapatkan materi mengenai hal tersebut,” ujar Muhsin setelah acara pelantikan PGMNI Kabupaten Sampang, yang berlangsung di Pendopo Trunojoyo pada hari Minggu, tanggal 3 September 2023.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Sementara itu, Koordinator FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan edukasi dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, dengan harapan dapat mengubah paradigma dari respons darurat menjadi usaha pengurangan risiko bencana.

“Kami telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PGMNI Jatim, dan kini tinggal menunggu jadwal pelaksanaannya,” tambah Budi.

Budi juga menegaskan bahwa para relawan dari FRPB Pamekasan akan didistribusikan ke berbagai madrasah di Madura sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing sekolah.