MEMO
Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, memberikan tanggapan tegas atas kritik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terkait tingginya tingkat utang pemerintah dan BUMN. Dalam pidato politiknya, AHY menyoroti perlunya pengendalian utang, namun Yustinus Prastowo menegaskan bahwa pengelolaan utang yang terkendali telah memberikan peluang besar bagi pembangunan sektor-sektor kunci di Indonesia.
Data yang disajikan menunjukkan bahwa meskipun utang meningkat, alokasi anggaran untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial juga mengalami kenaikan signifikan. Sebuah debat rasional dan berbasis fakta mengenai pengelolaan utang pemerintah menjadi perbincangan menarik dalam ruang publik.
Tanggapan Tegas Staf Khusus Menteri Keuangan terhadap Kritik AHY
Staf Khusus Menteri Keuangan yang bertanggung jawab dalam bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, memberikan tanggapan terkait kritik mengenai utang yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Dalam pidato politiknya beberapa waktu lalu pada tanggal 14 Juli 2023, AHY meminta agar pemerintah mengurangi tingkat utang mengingat nilai utang pemerintah dan BUMN yang sudah terlalu tinggi.
Yustinus menilai bahwa jika pemerintah menghentikan praktik peminjaman dana yang selama ini telah terkendali, maka Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk berinvestasi pada sektor-sektor prioritas.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
“Dalam kenyataannya, meskipun nilai utang meningkat 1,5 kali lipat, pemerintah tetap dapat mempercepat pembangunan infrastruktur karena alokasi anggaran untuk sektor-sektor penting naik sebesar 2,3 kali lipat; pendidikan naik 1,3 kali lipat; kesehatan naik 1,9 kali lipat; dan perlindungan sosial naik 3,8 kali lipat,” tegasnya sebagai jawaban atas pernyataan AHY yang diunggah melalui akun Twitter-nya @prastow pada Senin, 31 Juli 2023.
“Semoga hal ini dapat menjadi dasar diskusi yang baik dan mendorong percakapan yang rasional di kalangan masyarakat,” tambah Yustinus.












