MEMO, Kediri: Kelurahan Jamseran di Kota Kediri, Jawa Timur, telah mengalami transformasi yang luar biasa.
Lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tumpukan sampah kini berubah menjadi Kawasan Kampung Tani yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi sukses antara Prodamas Plus dan Dinas PUPR dalam mengatasi masalah lingkungan.
Kawasan Kampung Tani Kota Kediri tidak hanya bersih, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam sektor perekonomian masyarakat setempat.
Perubahan Signifikan: Dari Tempat Tumpukan Sampah Menjadi Kawasan Kampung Tani yang Produktif di Kota Kediri
Di Kelurahan Jamseran, Kota Kediri, Jawa Timur, Prodamas Plus bekerja sama dengan Dinas PUPR berhasil mengubah lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah menjadi Kawasan Kampung Tani Kota Kediri yang lebih bersih dan bermanfaat bagi masyarakat setempat, terutama dalam sektor perekonomian.
Melalui musyawarah yang melibatkan karang taruna, kelompok tani, dan semua pihak terkait, rencana pengembangan lokasi ini berhasil dilaksanakan dengan baik.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Prodamas untuk mengembangkan kawasan ini yang sebelumnya bukan menjadi prioritas lingkungan kelurahan. Sekarang, lahan yang dulunya tidak produktif telah menjadi produktif,” kata Lurah Jamsaren Zaki Zamani.
Potensi Pertanian dan Agro Edutourism: Keunggulan Kawasan Kampung Tani Kota Kediri
Kawasan Kampung Tani Kota Kediri juga telah memiliki kebun buah yang sudah menghasilkan panen, meskipun hasilnya belum maksimal. Selain itu, terdapat juga green house yang berisi berbagai jenis sayuran siap panen dan dimanfaatkan oleh salah satu usaha catering di kawasan tersebut.
Selain itu, Kawasan Kampung Tani ini juga telah dilengkapi dengan pujasera yang kini memiliki omset sebesar 20 juta rupiah per bulan.
“Dulu kawasan ini sangat sepi dan gelap, namun berkat Prodamas sekarang terdapat aktivitas ekonomi di sini. Kawasan Kampung Tani ini juga mengusung konsep agro edutourism, di mana diharapkan anak-anak sekolah dapat diajak ke sini untuk belajar mengenai pertanian,” ungkap Zaki.
Zaki juga menjelaskan bahwa di Kawasan Kampung Tani ini terdapat aliran sungai yang telah diperbaiki oleh Prodamas dan Dinas PUPR.
Aliran sungai di kawasan tersebut sebelumnya sering meluap, namun setelah dilakukan perbaikan, risiko banjir dapat diminimalisir.
“Pada sisi utara, pembenahan sungai dilakukan oleh Dinas PUPR, sedangkan di sisi selatan dikerjakan oleh Prodamas. Ini adalah kolaborasi antara kedua pihak. InsyaAllah, tahun ini Dinas PUPR akan melanjutkan perbaikan di sisi timur. Semoga kawasan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Zaki.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menjelaskan bahwa Prodamas awalnya dibentuk untuk menangani permasalahan lingkungan, tetapi saat ini juga melibatkan pengembangan kawasan seperti Kawasan Kampung Tani.
Kawasan Kampung Tani ini merupakan contoh yang baik, di mana tempat yang dulunya digunakan sebagai pembuangan sampah telah berubah menjadi tempat yang produktif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Ini adalah contoh yang bagus. Harapannya, kawasan ini terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Kami akan membantu agar anak-anak sekolah dapat belajar mengenai pertanian di sini,” ujar Wali Kota saat melakukan kunjungan di Kawasan Kampung Tani pada tanggal 24 Juni.
Kawasan Kampung Tani Kota Kediri merupakan contoh nyata dari upaya transformasi yang berhasil.
Dengan adanya Prodamas Plus dan Dinas PUPR, lahan yang dulunya tidak produktif dan dipenuhi sampah telah berubah menjadi kawasan yang produktif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan keberadaan kebun buah, green house, pujasera, dan perbaikan aliran sungai, kawasan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran pertanian yang menarik.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pihak terkait, diharapkan Kawasan Kampung Tani Kota Kediri dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi masalah lingkungan dan memajukan perekonomian lokal.












