Example floating
Example floating
JatimPeristiwa

Petani di Sidoarjo Keluhkan Kesulitan Air untuk Pengairan Sawah

Avatar
×

Petani di Sidoarjo Keluhkan Kesulitan Air untuk Pengairan Sawah

Sebarkan artikel ini

MRMO, Sidoarjo : Petani di Sidoarjo keluhkan sulit nya pengairan di area sawah mereka. Padahal lokasi lahan berdekatan dengan waduk atau long storage dan sungai sekunder.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Margobener, Tarik, Sidoarjo mengeluh sudah berulangkali berusaha membuka aliran air untuk area persawahan mereka, namun kembali menemui jalan buntu.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Ketua Gapoktan Desa Margobener, Gatot mengatakan pembukaan saluran air lewat sudetan sungai sekunder yang dibantu oleh Bambang Haryo Soekartono (BHS) itu kembali buntu karena tersumbat lumpur akibat pendangkalan sungai.

“Kami kembali meminta bantuan kepada pak BHS mengawal atau menyampaikan aspirasi petani, untuk menormalisasi sungai sekunder ini agar dapat mengairi sungai tersier yang kita buat untuk area persawahan,” kata Gatot saat ditemui Bambang Haryo Soekartono, Jumat (2/7).

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Ia berharap Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang didapuk sebagai bapak petani Sidoarjo dapat mengawal problem pertanian khususnya di wilayah Margobener yang tak kunjung usai.

Sementara itu, Bambang Haryo yang dikenal getol dalam memperjuangkan hak wong cilik ini mengaku heran, area persawahan yang sangat dekat lokasinya dengan waduk dan sungai sekunder yang tidak lebih dari 100 meter jaraknya ini mengalami kekeringan dan sulit mendapatkan pengairan.

Baca Juga: Situasi Panas Geger Di Gresik Kota Baru Oknum Perguruan Silat Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Motor Ringsek Dan Polisi Buru Pelaku

“Sudah beberapa kali saya kesini, bahkan kami kerja bakti bersama untuk menangani endapan lumpur yang nutup saluran air dan Alhamdulillah sudah sempat air nya mengalir untuk sawah petani. Nah tapi ini kembali mengalami kebuntuan akibat endapan lumpur,” ungkap Bambang Haryo.

Ia mengatakan perhatian dari pemerintah kabupaten sangat diperlukan, untuk dapat mendorong Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) untuk kembali melakukan pengerukan atau normalisasi sungai sekunder tersebut.

Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini juga mengatakan anggaran pertanian yang ada di Sidoarjo, dengan luas lahan pertanian yang dikatakan 15 ribu hektar lebih itu kini dipangkas jauh dari nilai anggaran sebelumnya.

“Bayangkan saja anggaran pertanian di Sidoarjo dipangkas jadi separuh dari anggaran pertanian di Surabaya yang tidak memiliki lahan pertanian,” sesalnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten Sidoarjo harus konsentrasi penuh untuk bisa mencukupi anggaran pertanian. Sehingga hasil dari sektor pertanian dapat maksimal dengan hasil yang maksimal, beras berlimpah harga murah dan UMKM dapat hidup semua.

“Tolong dimengerti semua pihak saya mohon betul untuk perhatian terhadap petani demi untuk tumbuhnya perekonomian di kabupaten Sidoarjo,” harap BHS.