Example floating
Example floating
Hukum

Ditinggal Taraweh Istri Dirampok, Mulutnya Dibekap, Tangan Ditebas Clurit

A. Daroini
×

Ditinggal Taraweh Istri Dirampok, Mulutnya Dibekap, Tangan Ditebas Clurit

Sebarkan artikel ini

Kediri, Memo

Ditinggal taraweh oleh suaminya, Susiani (58) warga Pujomarto Ketawang Purwoasri Kab Kediri, dirampok oleh dua kawanan tak dikenal. Mulutnya dibekap hingga tak bisa teriak. Tangan kirinya disabet clurit, saat hendak melakukan perlawanan. Perhiasan emas diambil dan ditinggal kabur.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Sementara itu, suaminya, Suroto (62) pergi ke masjid untuk melakuakn sholat taraweh berjamaah.Pelaku, diduga dua orang dengan mengendarai sepeda motor. Kedua pelaku berhasil menggasak harga perhiasan korban sebelum kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kapolsek Purwoasri AKP Irfan Widodo mengatakan bahwa pelaku diidentifikasi berjumlah dua orang. Selain menggasak sejumlah perhiasan emas, pelaku sempat melukai istri korban menggunakan celurit.

Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri

“Benar terjadi peristiwa perampokan tadi malam. Saat ini kami masih melakukan serangkaian penyelidikan,” katanya seperti dikutip dari beritajatim.com Kamis (28/4/2022).

Insiden ini terjadi saat Suroto pergi ke masjid untuk Salat Tarawih. Sebelum meninggalkan rumah, Suroto sempat mengunci pintu depan dan samping.

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

Sementara sang istri, Susiani, berada di rumah seorang diri. Beberapa menit setelah suaminya pergi ke masjid, Susiani mendengar suara pintu samping digedor dengan kencang.

Dia mengira pintu itu digedor saudara sendiri. Lantaran pintu depan dan samping dikunci dari luar, ia membukakan pintu belakang.

Susiani seketika terkejut karena yang datang ke rumahnya adalah perampok. Ada dua orang pria asing yang menerobos masuk. Satu orang membekap mulutnya, sementara satu lainnya beroperasi mencari harta korban.

“Satu orang mendekap korban sambil berkata ‘endi nggone duwit’ (mana tempat menyimpan uang) dan dijawab korban ‘aku ga nduwe duwit’ (aku tidak punya uang),” tutur Kapolsek.

Pelaku seolah tidak percaya dengan jawaban korban. Satu pelaku masuk ke kamar belakang dan mengacak-acak isi almari. Namun, pelaku tidak menemukan benda yang dicari.

Pelaku kemudian meminta paksa perhiasan yang dipakai oleh korban. Ada sebuah gelang emas seberat 10 gram dan dua buah cincin sekitar 4 gram. Pelaku menarik paksa kalung yang melingkar di leher korban. Kalung tersebut putus, tetapi tidak dibawa pelaku.

Kedua pelaku sempat melukai tangan kiri korban dengan celurit, ketika merampas perhiasan itu. Itu terjadi, ketika korban berontak dan tangannya terkena senjata tajam pelaku.

Berhasil menggasak perhiasan korban, dua pelaku kemudian melarikan diri. Mereka mengendarai sepeda motor ke arah Barat. Sementara itu, setelah lepas dari pelaku, korban berteriak meminta pertolongan.

Kini, korban dilarikan ke rumah sakit umum Pare. Tangan kirinya disabet clurit, saat hendak melakukan perlawanan. Perhi
asan emas diambil dan ditinggal kabur.