“Satu orang mendekap korban sambil berkata ‘endi nggone duwit’ (mana tempat menyimpan uang) dan dijawab korban ‘aku ga nduwe duwit’ (aku tidak punya uang),” tutur Kapolsek.
Pelaku seolah tidak percaya dengan jawaban korban. Satu pelaku masuk ke kamar belakang dan mengacak-acak isi almari. Namun, pelaku tidak menemukan benda yang dicari.
Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD
Pelaku kemudian meminta paksa perhiasan yang dipakai oleh korban. Ada sebuah gelang emas seberat 10 gram dan dua buah cincin sekitar 4 gram. Pelaku menarik paksa kalung yang melingkar di leher korban. Kalung tersebut putus, tetapi tidak dibawa pelaku.
Kedua pelaku sempat melukai tangan kiri korban dengan celurit, ketika merampas perhiasan itu. Itu terjadi, ketika korban berontak dan tangannya terkena senjata tajam pelaku.
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta
Berhasil menggasak perhiasan korban, dua pelaku kemudian melarikan diri. Mereka mengendarai sepeda motor ke arah Barat. Sementara itu, setelah lepas dari pelaku, korban berteriak meminta pertolongan.
Kini, korban dilarikan ke rumah sakit umum Pare. Tangan kirinya disabet clurit, saat hendak melakukan perlawanan. Perhi
asan emas diambil dan ditinggal kabur.
Baca Juga: Jaksa Tuntut Sutrisno Sembilan Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp3,5 Miliar












