Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Bendungan Waruturi Kediri

A. Daroini
×

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Bendungan Waruturi Kediri

Sebarkan artikel ini
Penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Bendungan Waruturi Kediri sedang dievakuasi petugas
Penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Bendungan Waruturi Kediri sedang dievakuasi petugas

Penemuan jenazah wanita tanpa tanda pengenal di pintu air Bendungan Waruturi menggegerkan warga sekitar dan kini dalam penyelidikan kepolisian.

Memo, Kediri — Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di aliran sungai kawasan Bendungan Waruturi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Jasad wanita misterius tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi Dam Waruturi pada Senin pagi sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas gabungan ke rumah sakit.

Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Kediri

Penemuan jasad ini bermula ketika seorang warga lokal sedang beraktivitas di sekitar Dam Waruturi. Warga tersebut melihat benda mencurigakan yang mengapung di dekat pintu air bendungan dan menyerupai tubuh manusia.

Setelah mendekati lokasi untuk memastikan penglihatannya, saksi menyadari bahwa benda terapung tersebut adalah jasad seorang wanita. Kejadian itu langsung dilaporkan kepada petugas penjaga bendungan dan diteruskan ke Mapolsek Gampengrejo untuk penanganan lebih lanjut.

Kondisi Saat Pertama Kali Ditemukan

Petugas kepolisian bersama tim medis yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal di area tempat kejadian perkara. Mayat wanita tersebut berada dalam kondisi tertelungkup di sela-sela tumpukan sampah air yang tertahan di pintu Dam Waruturi.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus dan celana. Namun, petugas tidak menemukan dokumen kependudukan maupun barang pribadi yang dapat menunjukkan identitas resmi korban di sekitar lokasi kejadian.

Proses Evakuasi oleh Tim Gabungan

Proses evakuasi berlangsung cukup rumit karena posisi jasad berada di area aliran air bendungan. Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, serta relawan lokal membentangkan tali pengaman untuk mengangkat jenazah dari permukaan air.

Setelah berhasil diangkat ke daratan pada pertengahan hari, jasad korban langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Petugas kemudian membawa mayat tersebut menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dijalankan pemeriksaan medis lanjutan.

Penyelidikan Kepolisian dan Ciri-Ciri Korban

Pihak Kepolisian Sektor Gampengrejo bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Kediri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Petugas mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi bendungan saat jasad ditemukan.

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tertentu untuk segera melapor. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan guna mengidentifikasi korban serta mengungkap penyebab pasti kematian.

Ciri-Ciri Fisik dan Pakaian Korban

Berdasarkan data awal pemeriksaan luar oleh tim medis di lapangan, korban diperkirakan berusia antara 30 hingga 40 tahun. Rambut korban berwarna hitam lurus dengan panjang sebahu.

Saat dievakuasi, korban mengenakan kaus lengan pendek berwarna gelap dan celana panjang bahan kain. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyolok pada pemeriksaan luar awal, namun kepolisian masih menunggu hasil visum resmi dari tim dokter forensik.

Imbauan Kepolisian Bagi Masyarakat

Pihak kepolisian meminta warga masyarakat di wilayah Kediri dan sekitarnya yang kehilangan anggota keluarga untuk mendatangi RS Bhayangkara Kediri atau Polsek Gampengrejo. Informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi.

Petugas juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa di sepanjang aliran sungai upstream guna memastikan apakah ada laporan warga hilang dalam beberapa hari terakhir.

Fungsi Bendungan Waruturi dan Potensi Aliran Sungai

Bendungan Waruturi merupakan salah satu bangunan pengontrol debit air utama yang melintasi wilayah Kabupaten Kediri. Aliran air di bendungan ini terhubung langsung dengan beberapa cabang sungai besar di Jawa Timur.

Kondisi arus sungai yang cukup deras dalam beberapa hari terakhir memungkinkan jasad terbawa aliran air dari lokasi yang cukup jauh sebelum akhirnya tersangkut di pintu air bendungan.

Penanganan Jenazah di RS Bhayangkara

Saat ini jenazah korban berada di ruang pemulasaraan jenazah RS Bhayangkara Kediri. Tim dokter forensik dijadwalkan melakukan visum et repertum menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kematian, apakah akibat tenggelam atau ada faktor lain.

Kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara intensif hingga identitas korban terungkap dan keluarga korban dapat dihubungi.