Memo, Blitar —
Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Blitar secara tegas mendukung langkah restrukturisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP demi mengakhiri konflik internal yang tak kunjung usai.
Sikap resmi tersebut disampaikan di Blitar pada Minggu (1/11/2026) sebagai respon atas mendesaknya pembenahan organisasi agar partai berlambang Ka’bah ini dapat memfokuskan seluruh energinya untuk menembus kembali ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada pemilu mendatang.
Alih-alih sekadar bongkar pasang jabatan struktural, DPC PPP Kota Blitar menilai restrukturisasi DPP PPP harus dijadikan momentum evaluasi total.
Pengurus daerah mengingatkan agar partai tidak terjebak dalam perebutan kekuasaan internal yang memicu kekecewaan konstituen dan generasi muda.
Guna mengembalikan kejayaan partai, DPC PPP Kota Blitar merumuskan empat agenda prioritas utama yang wajib dijalankan oleh kepengurusan pusat hasil restrukturisasi:
Rekonsiliasi Total: Menghentikan segala bentuk klaim legitimasi antar-kelompok dan menyatukan seluruh elemen partai.
Regenerasi dan Akses Gen Z: Membuka ruang kepemimpinan nyata bagi kaum milenial dan Gen Z pada sektor digital, ekonomi kreatif, hingga pemetaan arah politik.
Peta Jalan Lolos Parlemen: Menyusun strategi pemenangan yang terukur mulai dari rekrutmen caleg berkualitas hingga penguatan basis pemilih akar rumput.
Inklusivitas Rumah Umat: Memadukan nilai Islam serta aspirasi masyarakat modern agar manfaat kehadiran partai dirasakan langsung oleh publik.
“Jangan sampai PPP terlalu sibuk memperebutkan rumah, sampai lupa bagaimana membuat rumah itu kembali ramai dikunjungi masyarakat,” tegas pernyataan resmi DPC PPP Kota Blitar.
Melalui restrukturisasi DPP PPP ini, struktur pengurus di daerah berharap partai dapat kembali mengedepankan gagasan serta kerja nyata, bukan lagi menjadi sorotan akibat perselisihan internal.












