Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa

Warga Pondok Gede Permai Terancam Relokasi! BNPB Buka Opsi Pindah Rumah Demi Keselamatan

Avatar
×

Warga Pondok Gede Permai Terancam Relokasi! BNPB Buka Opsi Pindah Rumah Demi Keselamatan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan sinyal kuat bahwa warga korban banjir di Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, kemungkinan besar akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers “Disaster Briefing” yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Senin petang.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Alasan utama di balik pertimbangan ini adalah lokasi Perumahan Pondok Gede Permai yang berada jauh di bawah tanggul pembatas aliran sungai di belakangnya. Tim BNPB menemukan bahwa perbedaan ketinggian antara tanggul dan perumahan mencapai 4-6 meter.

“Bayangkan saja. Memang akses di Bekasi bagus, tapi apakah setiap tahun kita harus terus-menerus melakukan evakuasi saat hujan?” tanya Abdul.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Oleh karena itu, ia menambahkan, relokasi warga dan penertiban permukiman di sepanjang Sungai Bekasi, dekat pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas, menjadi langkah yang sangat penting demi keselamatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Saat ini, kemungkinan relokasi sedang dibahas di tingkat menteri untuk mengevaluasi kelayakannya secara menyeluruh. Pembahasan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Permukiman, serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Nanti kita lihat hasil evaluasi kelayakan infrastruktur perairan secara umum, apa yang perlu diperbaiki, apakah kondisi sungai, sempadan sungai, atau opsi relokasi penduduk. Kementerian Perumahan akan menyiapkan lahan perumahan, sementara masyarakatnya akan ditangani oleh Menko PMK,” jelasnya.

Di sisi lain, BNPB memastikan siap mendampingi Pemerintah Kota Bekasi untuk memenuhi kebutuhan logistik warga korban banjir dan memulihkan dampak bencana. Saat ini, hampir seluruh fasilitas publik di Bekasi masih dipenuhi lumpur setebal 20-40 sentimeter, sejak banjir setinggi tiga meter melanda pada Selasa (4/3).