Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menekankan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Acara ini bukan sekadar festival budaya, tetapi juga momentum penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan keberagaman yang menjadi identitas bangsa kita,” tutur Zita.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Perayaan akbar ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya:
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya
Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar
Duta besar negara sahabat
Jajaran Forkopimda Kalimantan Barat
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Kehadiran para pejabat ini semakin menegaskan pentingnya Festival Cap Go Meh sebagai bagian dari warisan budaya yang harus terus dilestarikan.












