Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon

A. Daroini
×

Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon

Sebarkan artikel ini
Vinanda Prameswati
  • Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri memberikan dukungan moril langsung kepada komandan regu Damkar yang tumbang saat mengevakuasi sarang tawon vespa.
  • Insiden ini memicu evaluasi mendalam terkait protokol penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas garda terdepan.

Evaluasi Prosedur Keselamatan Kerja Petugas Damkar Usai Insiden Sengatan

Ketangguhan personel pemadam kebakaran dalam menghadapi risiko pekerjaan kembali menjadi sorotan setelah salah satu anggota terbaiknya harus menjalani perawatan intensif akibat serangan tawon vespa.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk Achmad Arvan Fauzi, personel Damkar yang menjadi korban saat bertugas, di Rumah Sakit Baptis Kediri pada Selasa (11/02/2026).

Baca Juga: Spirit Baru Wali Kota Kediri Resmikan Masjid Jami Abi Saroni di UIN Syekh Wasil Diharapkan Jadi Pusat Peradaban Kampus dan Moderasi Beragama

Kehadiran pemimpin yang akrab disapa Mbak Wali ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk apresiasi terhadap dedikasi petugas yang bertaruh nyawa demi kenyamanan warga.

Insiden yang menimpa Achmad Arvan terjadi pada Minggu siang (08/02/2026) di kawasan Kelurahan Tinalan. Saat itu, Arvan yang menjabat sebagai Komandan Regu IV sedang memimpin evakuasi sarang tawon vespa di salah satu rumah penduduk.

Baca Juga: Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan

Nahas, di tengah proses penanganan sekitar pukul 13.30 WIB, seekor tawon berhasil menyengat area sensitif di bawah matanya. Serangan mendadak tersebut membuat korban seketika tersungkur menahan sakit yang luar biasa.

Berdasarkan laporan di lapangan, korban diketahui belum sempat mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat serangan terjadi.

Baca Juga: Bupati Kediri Salurkan Ratusan Alat Mesin Pertanian Modern Guna Dongkrak Produktivitas Petani

Dampak sengatan tawon jenis Vespa affinis ini tergolong fatal; Arvan mengalami reaksi anafilaktik berupa kejang-kejang hingga kehilangan kesadaran. Rekan sejawatnya segera melarikan korban ke IGD RS Baptis Kediri untuk mendapatkan tindakan medis darurat guna menyelamatkan nyawanya.

Wali Kota Vinanda Prameswati yang tiba di rumah sakit tampak berbincang dengan keluarga dan tim medis untuk memastikan perkembangan kesehatan Arvan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota merasa sangat prihatin atas musibah ini. Menurutnya, personel Damkar adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sering kali masuk ke situasi berbahaya yang dihindari banyak orang.

“Tugas mereka sangat berat dan penuh risiko. Kedatangan saya hari ini untuk memastikan Pak Arvan mendapatkan perawatan terbaik dan memberikan semangat agar beliau bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekan di kesatuan,” ujar Vinanda dengan nada empati.

Lebih lanjut, Wali Kota perempuan pertama di Kediri ini menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja (safety first). Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan audit internal terhadap prosedur operasional standar (SOP) di lapangan.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa penggunaan APD lengkap tidak boleh ditawar, sekecil apa pun risiko yang terlihat.

“Dedikasi seluruh tim Damkar sangat luar biasa bagi masyarakat Kota Kediri. Namun, keselamatan nyawa petugas tetap yang utama. Kami akan meninjau ulang kelengkapan perlengkapan pelindung dan memperketat protokol kerja agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tegas Vinanda.

Hingga saat ini, kondisi Achmad Arvan dilaporkan mulai stabil dan menunjukkan tren kesembuhan yang positif setelah melewati masa kritis. Pihak RS Baptis terus memantau respon tubuh korban terhadap pengobatan pasca-sengatan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat jaminan perlindungan bagi petugas lapangan.

Komitmen Wali Kota Vinanda Prameswati dalam mengevaluasi alat keselamatan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para personel Damkar dalam mengabdi, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan nyawa petugas.