“Presisi akan maksimal bila peranan pemantauan berjalan baik dari intern dan external,” lebih ia.
Hal itu dikatakan Mahfud saat memberi pidato kunci pada acara diskusi kelompok terpumpun bertema.
Baca Juga: Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Anang Iskandar, Sarankan Presiden Prabowo Hapus Terpidana Narkoba
“Akselerasi Reformasi Kultural buat Merealisasikan Polri Presisi” yang diadakan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), di Jakarta, Selasa 20 September 2022.
Seterusnya, Mahfud juga menghimbau seluruh pimpinan dan anggota Polri supaya menghindar sikap angkuh saat melakukan pekerjaan.
Baca Juga: Komjen Pol Imam Widodo, Kandidat Kuat Wakapolri dalam Mutasi Polri 2024
Dia bahkan juga mengingati jika ada satu saja kasus berkenaan polisi yang angkuh, hal itu mempunyai potensi menghancurkan citra semua pihak pada tubuh Polri.
“Tidak boleh ada arogansi dalam menanggapi permasalahan hukum dalam masyarakat. Pekerjaan Polri kan beberapa ribu, tetapi dinodai oleh satu kasus. Satuan kerja Polri sampai ke desa-desa di Indonesia. Satu saja yang nakal akan menghancurkan semuanya. Maka dari itu, harus dibikin bersih,” tutur Mahfud.
Baca Juga: Polri Bentuk Korps Pemberantasan , Wadah Baru Pemberantasan Korupsi












