MEMO – Uganda resmi memulai uji klinis vaksin untuk strain Sudan virus Ebola, setelah wabah terbaru kembali muncul dan menelan korban jiwa. Uji coba ini dimulai pada Senin (3/2/2025), sebagai langkah mendesak pemerintah dalam menekan penyebaran virus mematikan tersebut.
Menurut laporan AP News, seorang perawat di Kampala meninggal dunia akibat Ebola, sementara dua orang lainnya telah dinyatakan terinfeksi. Kementerian Kesehatan Uganda juga telah mengidentifikasi 234 kontak erat yang berpotensi terpapar virus ini.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Saat ini, Uganda telah menerima lebih dari 2.000 dosis vaksin eksperimental untuk strain Sudan Ebola. Meskipun identitas produsen vaksin belum diumumkan, WHO dan otoritas kesehatan Uganda menyebut uji coba ini sebagai langkah krusial dalam menangani wabah.
Prioritas utama dalam vaksinasi ini adalah:
Tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan pasien.
Orang-orang yang telah memiliki kontak erat dengan pasien terinfeksi.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Para ahli menyebut ini adalah uji klinis pertama yang benar-benar menilai efektivitas vaksin terhadap Ebola strain Sudan.
Dua kasus tambahan yang terinfeksi adalah anggota keluarga dari perawat yang meninggal.
Virus menyebar melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi atau benda yang telah terkontaminasi.












