Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Trenggalek

Tragedi Sumur Trenggalek Longsoran Tanah Maut Telan Dua Nyawa Penggali

A. Daroini
×

Tragedi Sumur Trenggalek Longsoran Tanah Maut Telan Dua Nyawa Penggali

Sebarkan artikel ini
Tragedi Sumur Trenggalek Longsoran Tanah Maut Telan Dua Nyawa Penggali

MEMO, Trenggalek

Musibah maut mendadak menyapu ketenangan warga Desa Besuki, Panggul. Niat mencari nafkah berubah jadi duka kelam sewaktu dua pekerja lokal, Nurrohman (46) serta Jemiyo (57), terjebak tanpa celah di dalam rongga tanah sedalam 20 meter yang ambruk mendadak.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Tak ada bisikan angin maupun tanda retakan.

Tanah perut bumi langsung runtuh mengunci pergerakan mereka seketika saat jarum jam menyentuh angka 11.40 WIB.

Dinding Tanah Mendadak Runtuh Menutup Ruang Gerak

Awalnya, penggarapan proyek sumur pesanan warga lokal tersebut berlangsung mulus sejak Senin pagi. Namun, babak belur nasib tak bisa ditebak saat galian makin mendalam.

Struktur dinding tanah tiba-tiba gugur drastis mengubur hidup-hidup kedua korban yang berada di posisi paling dasar.

Kepanikan pecah di area lokasi.

Melihat lubang vertikal melilit rapat tanpa sisa pernapasan, warga memilih tak gegabah menolong sendiri lalu bergegas mengontak perangkat desa hingga menyambung ke regu penyelamat Basarnas.

Lapis Resiko Pasokan Oksigen Tipis dan Ancaman Gas Berbahaya

Mendapat panggilan darurat, armada SAR Surabaya langsung menggeber tim evakuasi Pos Trenggalek menuju titik kejadian.

Tugas di lapangan terbukti menguras stamina dan emosi. Kedalaman ekstrem plus sempitnya corong galian menjadi benteng penghalang yang amat berisiko membawa korban tambahan.

Langkah penyelamatan tidak bisa sembarangan.

Komandan SAR Surabaya Nanang Sigit P.H mengonfirmasi pihaknya harus cermat memperhitungkan skenario evakuasi mengingat medan tergolong “ruang terbatas berisiko tinggi” dengan ancaman utama berupa minimnya kadar oksigen serta potensi letupan gas beracun.

Peralatan tabung SCBA dan APD kedap wajib dipasang sebelum personel berani turun menembus lubang maut tersebut.

Evakuasi Mencekam Dini Hari Berujung Tangis Duka

Proses penyisiran dan pengangkatan jasad berjalan alot merambat hingga larut malam. Kondisi tebing tanah di dalam lubang yang sangat ringkih sewaktu-waktu bisa ambrol susulan.

Dini hari nan dingin menjadi saksi penuntasan misi darurat.

Tepat jam 01.05 WIB Selasa, jenazah Jemiyo berhasil ditarik ke permukaan dalam kondisi tak bernyawa. Hanya berselang 25 menit, jasad Nurrohman menyusul dievakuasi pada 01.30 WIB.

Isak tangis kerabat menyambut kedatangan dua tubuh kaku tersebut sebelum akhirnya diserahkan ke rumah duka masing-masing.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini