Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Tragedi Dini Hari di Ngawi, Pedagang Angkringan Tewas Ditusuk Saat Beristirahat

A. Daroini
×

Tragedi Dini Hari di Ngawi, Pedagang Angkringan Tewas Ditusuk Saat Beristirahat

Sebarkan artikel ini
Tragedi Dini Hari di Ngawi Pedagang Angkringan Tewas Ditusuk Saat Beristirahat

Ngawi, Memo

Sebuah insiden tragis menimpa seorang pedagang angkringan di Ngawi. Andik Kristanto (39), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia setelah ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang beristirahat di warung temannya. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 03.45 WIB. Korban menghembuskan napas terakhir akibat dua luka tusukan belati di bagian dada kirinya.

 

Baca Juga: Ormas 212 dan PSHT Gelar Doa Bersama untuk Korban Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

Kronologi Mencekam dan Kesaksian Saksi Mata

 

Saat kejadian, Andik baru saja selesai berjualan dan mampir ke warung angkringan milik temannya, Andika Rangga Utama (31), yang terletak di depan Pasar Ngale, Jalan Raya Desa Ngale. Menurut kesaksian Andika, pelaku datang sendirian mengendarai sepeda motor sport dan sempat memesan kopi. Ia mengaku sebagai warga sekitar.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Tak lama setelah Andik tiba, pelaku tiba-tiba mendekati korban yang sedang duduk. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menusuk perut Andik dua kali. Andik sempat dilarikan ke RS At Tin Husada Ngawi untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Kepala Dusun Ngale, Bambang Sulistyo, menceritakan bahwa ia didatangi warga yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, ia melihat korban sudah terkapar bersimbah darah. Bambang segera memanggil ambulans dan korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi masih hidup.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Penyelidikan Polisi dan Perburuan Pelaku

Tim Inafis Polres Ngawi bersama anggota Polsek Paron segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi, sepeda motor korban ditemukan tergeletak akibat ditendang pelaku, dan bercak darah berceceran di bangku warung.

Polisi kini memburu pelaku yang memiliki perawakan kurus dengan tinggi sekitar 160 sentimeter. Selain memeriksa saksi, petugas juga mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa bahaya bisa datang kapan saja, bahkan di tengah malam yang sunyi.