Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Tom Lembong, Menyuarakan Keprihatinan atas Penurunan Harga Nikel Dunia

Alfi Fida
×

Tom Lembong, Menyuarakan Keprihatinan atas Penurunan Harga Nikel Dunia

Sebarkan artikel ini
Tom Lembong, Menyuarakan Keprihatinan atas Penurunan Harga Nikel Dunia
Tom Lembong, Menyuarakan Keprihatinan atas Penurunan Harga Nikel Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga mengatakan bahwa penyebab dari penurunan harga nikel secara global dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah karena mencari titik keseimbangan harga yang baru. Ia juga menegaskan bahwa diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk memahami hal tersebut.

“Penurunan harga nikel merupakan bagian dari pencarian keseimbangan. Setiap komoditas harus dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, bukan hanya dalam satu atau dua tahun, tetapi dalam 5-10 tahun. Perlu dilihat secara keseluruhan harga kumulatifnya serta rata-ratanya,” ungkap Luhut.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Harga nikel belakangan ini turun menjadi US$ 15.000 per ton atau sekitar Rp234 juta per ton.

Mengutip laporan dari The Business Times, harga nikel di LME telah turun hampir 50 persen sejak 3 Januari 2023. Pasar nikel mengalami situasi ini karena adanya banjir pasokan baru dari Indonesia sebagai dampak dari investasi dan kemajuan teknologi besar-besaran dari China.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Dampak Penurunan Harga Nikel Dunia: Tom Lembong Menguatkan Keprihatinan atas Nasib Industri Smelter dan Tambang Nikel di Indonesia

Tom Lembong, Co-Captain Timnas AMIN, menegaskan keprihatinannya atas penurunan harga nikel dunia yang berdampak pada Indonesia. Ia memperingatkan agar hati-hati dalam menyikapi fenomena ini, mengingat bahwa penurunan harga nikel diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini membawa konsekuensi serius bagi industri smelter dan tambang nikel di Indonesia. Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia tidak menjadi penyebab langsung dari penurunan harga nikel, namun penting untuk melihat tren secara jangka panjang dalam mengidentifikasi fenomena ini.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Dia juga menekankan perlunya penelitian yang lebih mendalam untuk memahami perubahan harga nikel secara global. Harga nikel yang anjlok telah mencapai titik terendah, mencatat penurunan sebesar hampir 50 persen sejak awal tahun 2023, yang didorong oleh banjirnya pasokan baru dari Indonesia akibat investasi besar-besaran dan terobosan teknologi dari China.