Jakarta, Memo
Dikabarkan akan meninggalkan Ahok, PDI Perjuangan bakal mencalonkan dan mengusung Anis Baswedan berpasangan dengan Rano Karno. Langkah politik PDI P di Jakarta tersebut, terkait dengan survei Anis paling tinggi di bakal calon Gubernur Jakarta lainnya, termasuk nama Ahok.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Terkait dengan persyaratan harus menjadi kader, sebagaimana yang digulirkan politikus PDIP selama ini, PDIP hanya mempersyaratkan nurut kebijakan partai, sebagaimana yang disebutkan oleh Ketum DPP PGIP Megawati.
Sebelumnya, Mega mengharuskan bakal calon Gubernur Jakarta yang akan diusung PDI Perjuangan, harus nurut kehendak partai. Di PDI Perjuangan, semua calon yang diusung PDIP adalah petugas. Anis Baswedan juga harus mau dan bersedia menjadi pertugas partai.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
PDIP Perjuangan dikabarkan akan mengusung Anies Baswedan dan Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Sumber CNNIndonesia mengatakan, meskipun diusung sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies belum bergabung menjadi anggota PDIP.
Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia itu juga mengatakkan, Anies dan Rano Karno akan dipanggil ke kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat, Senin (26/8) untuk menerima rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Jam 11 Anies akan dipanggil dulu ke DPP PDIP,” ujar sumber tersebut.
Anies-Rano Karno akan diusung oleh PDIP, Hanura, Partai ummat, dan Partai Buruh.












