“Tim Alpha berhasil mengidentifikasi posisi korban yang tidak jauh dari akses tersebut. Oleh karena itu, kami memperbesar akses untuk menjangkau korban dengan teknik cutting, breaking, dan breaching,” ungkapnya.
Diketahui bahwa gedung di wilayah pemukiman tersebut mengalami kerusakan parah dengan tipe reruntuhan pancake. Tim menggunakan Warning Alarm for Stability Protection (WASP), sebuah alat pendeteksi getaran gedung, untuk memastikan kondisi aman sebelum memasuki area reruntuhan.
Dengan tingkat kesulitan dan kondisi yang beragam, Tim Alpha menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban ketiga. Hal ini disebabkan oleh posisi korban yang duduk dan tertimpa tiang penyangga bangunan atau kolom.












