Pemilik rumah, Setyo Wibowo (52), mengaku pertama kali melihat pergerakan mencurigakan di dekat mesin cuci sekitar pukul 18.20 WIB. Sadar itu adalah ular berbisa, ia langsung menghubungi Damkar.
Tim yang datang dilengkapi peralatan pengaman segera melakukan penyisiran di area ruang keluarga. Setelah melakukan langkah evakuasi dengan hati-hati, ular berhasil diambil hidup-hidup dari dalam mesin cuci.
“Ular jenis ini sangat berbahaya, jadi penanganannya harus tepat dan cepat,” ujar Samidi.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kemunculan ular berbisa di lingkungan permukiman. Damkar mengimbau warga agar lebih waspada, terutama saat musim kemarau, karena ular sering mencari tempat sejuk dan lembap untuk berlindung.












