Pegipegi menjadi salah satu dari banyak korban yang tidak mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat di dunia startup. Sebelumnya, Airy Room dan CoHive juga telah lebih dulu menutup layanannya.
Perjalanan Sebuah Akhir: Penutupan Pegipegi dan Tantangan Industri Perjalanan Daring
Pada tanggal 11 Desember 2023, Pegipegi, salah satu layanan pemesanan perjalanan daring yang telah menjadi bagian penting dalam rencana perjalanan masyarakat Indonesia, resmi menghentikan operasinya.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Pengumuman penutupan ini diungkapkan dengan perasaan berat oleh manajemen Pegipegi melalui situs resmi mereka. Meskipun telah menghentikan operasinya, layanan yang telah dibeli sebelum tanggal penutupan masih tetap berlaku bagi pelanggan.
Namun, untuk permintaan refund, perubahan jadwal, atau keluhan lainnya, pengguna diarahkan untuk menghubungi Pegipegi melalui surel. Keputusan penutupan ini menandai tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan sengit di dunia startup, dengan Pegipegi bergabung dengan daftar perusahaan lain seperti Airy Room dan CoHive yang sebelumnya juga telah menutup layanannya. Penutupan Pegipegi meninggalkan dampak signifikan bagi industri perjalanan daring, menunjukkan dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengikuti perkembangan pasar yang cepat berubah.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup












