Selanjutnya, ada tanah dan bangunan seluas 508 meter persegi/192 meter persegi di Bogor hasil sendiri dengan nilai Rp631,4 juta.
Di samping aset tanah dan bangunan, Bayu juga memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp980,35 juta.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Tidak hanya itu, harta bergerak lainnya yang dimilikinya mencapai Rp41 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp13,27 miliar.
Bayu Krisnamurthi telah resmi diangkat sebagai Direktur Utama Perum Bulog, menggantikan Budi Waseso (Buwas) pada 1 Desember 2023. Pengangkatannya, yang didukung oleh Surat Keputusan Menteri BUMN, menggarisbawahi tanggung jawab Bayu dalam menjaga kedaulatan pangan.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Bayu menekankan pentingnya mempertahankan kepercayaan negara dan akan melanjutkan arah yang telah dicanangkan oleh pendahulunya, Budi Waseso, dalam mengawal transformasi Bulog. Dalam laporan harta kekayaannya, Bayu memiliki total kekayaan sebesar Rp19,77 miliar, dengan mayoritas berupa aset tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor dan Depok.
Selain itu, ia juga memiliki aset berupa alat transportasi, mesin, dan harta bergerak lainnya senilai ratusan juta rupiah serta kas sebesar Rp13,27 miliar. Hal ini menunjukkan profil kekayaan dan keterlibatan Bayu dalam sektor bisnis sebelum mengemban jabatan baru di Perum Bulog.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb