Menurut pelaku, ia prihatin beberapa hari sebelumnya melihat toko adiknya yang terletak di lantai dua belakang sepi pengunjung.
Dia lalu berinisiatif meramaikan pengunjung dan pembeli melalui cara mistis yaitu dengan membuka aura pintu keramaian dengan cara menaburkan dan menyiramkan ramuan pelaris dagangan ke sejumlah toko-toko.
Menurutnya, jika ramuannya berhasil pengunjung akan ramai dan berimbas pada larisnya dagangan toko adiknya di lantai dua.
“Saya menyiram Kadai Pasa Ateh sehingga membuat resah masyarakat pedagang Pasa Ateh. saya minta maaf dengan setulus hati dari hati yang paling dalam. tujuan saya tidak untuk, tujuan saya bukan untuk yang tidak baik,” tutupnya.
Sementara itu, pemilik toko korban aksi dugaan praktik perdukunan, Feris mengaku alasan pelaku tidak masuk akal.
Karena, dari rekaman kamera CCTV pelaku beraksi dua kali. Setelah menyiram ramuan dan menabur tanah ke dinding, pintu dan lantai toko, pelaku pergi, lalu berselang sepuluh menit kemudian dia kembali untuk aksi yang kedua. Dalam tayangan CCTV yang viral terlihat seperti menyelipkan sesuatu di pintu-pintu toko.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












