Walaupun aktivitas ekonomi di China, salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, mengalami peningkatan pada bulan Oktober yang seharusnya menjadi angin segar bagi harga minyak, namun sentimen tersebut belum mampu mengerek harga minyak kembali naik.
Penurunan Harga Minyak Lebih dari 1,5 Persen: Pasokan Tinggi AS dan Kekhawatiran Pasar Memengaruhi Tren Harga
Harga minyak terus menurun pada perdagangan terbaru, dengan harga minyak Brent berjangka turun menjadi US$80,90 per barel dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot ke angka US$76,35 per barel.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Penurunan ini lebih dari 1,5 persen dari sesi sebelumnya, dipicu oleh laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) yang mencatat peningkatan pasokan minyak di Amerika Serikat sebesar 3,6 juta barel pada pekan sebelumnya.
Hal ini jauh melampaui ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 1,8 juta barel. Pasar pun khawatir atas tingginya ketersediaan pasokan yang dapat mempengaruhi harga minyak di masa mendatang.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Meskipun ada harapan dari peningkatan aktivitas ekonomi China pada bulan Oktober, namun sentimen positif ini belum mampu membalikkan tren penurunan harga minyak.












