Example floating
Example floating
BLITAR

Tenaga Kebersihan Jadi Korban, Rekrutmen RS Mardi Waluyo Bobrok, Diduga Sarat Titipan Orang Dekat Penguasa

Prawoto Sadewo
×

Tenaga Kebersihan Jadi Korban, Rekrutmen RS Mardi Waluyo Bobrok, Diduga Sarat Titipan Orang Dekat Penguasa

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Proses rekrutmen tenaga kebersihan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kembali menyisakan persoalan serius. Sejumlah tenaga kebersihan yang telah dinyatakan lolos seleksi, bahkan sudah mulai bekerja sejak Rabu, 1 Januari 2026, mendadak menerima kabar pahit: kelulusan mereka dibatalkan secara sepihak.

Pembatalan itu disampaikan oleh PT Sasana Bersaudara Indonesia, perusahaan penyedia jasa rekrutmen tenaga kebersihan RS Mardi Waluyo. Dalam pengumuman resminya, perusahaan berdalih pembatalan dilakukan akibat adanya kendala internal perusahaan.

Baca Juga: SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

Akibat keputusan tersebut, seluruh tenaga kebersihan yang telah lolos seleksi termasuk mereka yang menjalani shift dua pada 1 Januari 2026 dinyatakan tidak lagi bekerja. Pihak perusahaan memang menjanjikan kompensasi upah atas pekerjaan yang telah dilakukan. Namun, janji itu tak cukup menutup luka para korban.

“Bukan soal kompensasi. Tapi proses rekrutmen ini ruwet, amburadul, dan tidak manusiawi. Kami diperlakukan seperti barang pakai buang,” ujar salah satu tenaga kebersihan yang kelulusannya dibatalkan, kepada Memo.co.id, dengan nada geram.

Baca Juga: KORMI Kabupaten Blitar Mulai Tancap Gas, Rakor Perdana Jadi Pondasi Awal

Memo.co.id memperoleh informasi dari sumber internal bahwa PT Sasana Bersaudara Indonesia bahkan memilih memutus kerja sama dengan RS Mardi Waluyo, meski kontrak tersebut baru saja dimulai.

Sumber menyebut, keputusan pencabutan perjanjian kerja sama itu dipicu oleh kuatnya dugaan intervensi dalam proses rekrutmen, termasuk adanya titipan calon tenaga kerja dari sejumlah orang dekat penguasa yang tidak lolos seleksi resmi.

Baca Juga: Dukung Pembinaan Olahraga Pelajar, Turnamen Voli Kadin Cup 2025 Berlangsung Meriah

Ironisnya, sejumlah calon tenaga kerja titipan tersebut diduga telah menyetorkan uang pelicin, namun tetap tidak memenuhi standar seleksi perusahaan.

“Perusahaan ini berdiri sejak 2014 dan selama ini menjaga profesionalitas. Kalau proses rekrutmen mulai diintervensi, risikonya besar ke depan. Lebih baik mundur sejak awal daripada rusak reputasi,” ujar sumber Memo.co.id yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber yang sama bahkan menyebut adanya aroma politik dalam kisruh ini.

“Patut diduga ada orang dekat Wali Kota yang membawa orang. Karena tidak lolos seleksi, lalu dimasukkan lewat jalur belakang. Kalau dibiarkan, perusahaan yang kena getahnya,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Memo.co.id juga menerima informasi bahwa sejumlah tenaga kebersihan titipan diduga sudah lebih dulu bekerja sejak Desember 2025, padahal kontrak kerja sama PT Sasana Bersaudara Indonesia dengan RS Mardi Waluyo baru berlaku per 1 Januari 2026.

Akibatnya, beban honor tenaga kerja yang masuk lebih awal tersebut diduga dibebankan kepada pihak perusahaan, meski mereka tidak pernah direkrut melalui mekanisme seleksi resmi.

Para tenaga kebersihan yang kelulusannya dibatalkan mengaku mengalami kerugian besar. Selain waktu dan tenaga, mereka telah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk SKCK, pas foto, hingga tes kesehatan.