Di sisi lain, kehadiran para purnawirawan memberi warna tersendiri. Bagi mereka, peringatan seperti ini bukan hanya nostalgia, tapi juga peneguhan nilai.
Mayor (Purn) Kasmolan menilai semangat korps masih terjaga di tangan generasi penerus.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
“Kopassus bukan hanya tentang kemampuan tempur, tapi juga kehormatan dan loyalitas. Itu yang saya lihat masih hidup hari ini,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa profesionalisme prajurit harus tetap berpijak pada kedekatan dengan rakyat sebuah prinsip lama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
Acara berlangsung dalam nuansa hangat: doa bersama, sambutan, dan ramah tamah yang mengalir tanpa sekat. Tidak ada jarak antara yang aktif dan yang telah purna, juga antara prajurit dan masyarakat.
Di tengah dunia yang kian bising oleh kepentingan, mungkin memang dibutuhkan lebih banyak “garda senyap” mereka yang bekerja tanpa riuh, namun setia menjaga negeri tetap utuh.
Baca Juga: PKK Rejotangan Dorong Ketahanan Keluarga, Soroti Lonjakan Perceraian di Tulungagung












