[ad_1]
Jakarta, Memo
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Hanya beberapa jam sejak Debat Capres dan Cawapres jadi tontonan publik, Google trend mencatat, pencarian dengan kata kunci “Tax Rasio”, menempati urutan atas di mesin telusur google. Jumlahnya di kisaran 5000 an, sedang kata kata yang sering diketik nettisen “Hasil Debat Pilpres 2019” mencapai angka 10.000 an. Ini pertanda, nettisen yang belum menentukan pilihannya, menginginkan solusi
Beberapa media online maupun portal media mainstream , banyak mengulas tax rasio. Meskipun juga banyak yang mengungkap sisi entertaint, misalnya ‘saling olok’ dan ‘gestur’ masing masing calon, namun, itu semua diluar ekspektasi masyarakat, khususnya kelompok yang belum menentukan pilihan.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Tax rasio 16 % menjadi ide cemerlang Prabowo Sandi, di tengah pemerintahan yang gagal memperbaiki perekonomian dan pemberantasan korupsi. Lantas, apa yang dimaksud dengan solusi tax rasio ?
Pengamat pajak DDTC Darussalam mengaku membuat tax ratio Indonesia meningkat menjadi 16% dari posisi terakhir 11,5% bisa dilakukan. “Tax ratio 16% sebenarnya sesuatu angka yang mungkin tapi harus ekstra kerja keras,” ujar Darussalam saat dihubungi media ini.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Dia menjelaskan, ekstra kerja keras yang dimaksud dengan memperluas basis pajak dan meningkatkan kepastian hukum. “Tanpa adanya kedua hal tersebut namun tax ratio ditingkatkan yang terjadi adalah dunia usaha yang kurang kondusif,” ujar dia.












