“Sampah plastik seperti kemasan minuman, bungkus mie instan, dan semua jenis plastik yang tidak dapat dijual, dapat dipisahkan dan diserahkan di sini,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Fokki juga menyampaikan bahwa sampah plastik yang sebelumnya dianggap sebagai “buang-buangan” akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku untuk membuat konblok atau batako sehingga dapat digunakan dalam pembangunan berkelanjutan secara efisien dan efektif.
“Harapannya, langkah ini dapat menjadi gerakan yang didukung sepenuhnya melalui kebijakan pemerintah, di mana pemanfaatan sampah plastik dapat dioptimalkan dengan baik sehingga tidak merusak lingkungan,” ungkapnya.
Erik, selaku koordinator posko, juga menegaskan bahwa Posko Ganjar Fokki siap untuk menindaklanjuti semua aspirasi dan keluhan masyarakat.
“Kami bersama teman-teman mengucapkan terima kasih kepada Mas Fokki, yang selalu cepat tanggap dalam menerima dan mendampingi keluhan dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Erik mengapresiasi penanganan masalah sampah ini dan akan segera mengoordinasikannya dengan semua pemangku kebijakan dan masyarakat terkait masalah sampah, terutama sampah plastik yang tidak dapat dijual di bank sampah wilayah. (ros)












