Surabaya, Memo.co.id
Sehari setelah dilakukan penyegaran internal melalui pleno komisioner pada Rabu (3/12), Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur A. Nur Aminuddin langsung melangkah meningkatkan jejaring strategis. Kamis (4/12), ia memulai rangkaian kunjungan dengan menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur untuk menjajaki kolaborasi dalam penguatan keterbukaan informasi publik.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
“Insya Allah komunikasi dan kolaborasi pentahelix akan terus kita intensifkan. Pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat harus bergerak bersama memajukan Jawa Timur yang transparan, akuntabel, dan partisipatif,” ujar Amin, sapaan akrabnya.
Kedatangan Amin disambut langsung oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim serta Ketua SMSI (Serikat Media Siber) Jatim, Sokip .
Baca Juga: Halal Bihalal PSHT Blitar, Seruan Perbaikan Diri Lahir dan Batin Menguat
Menurut Amin, KI Jatim tidak mungkin bekerja sendirian dalam mengawal implementasi Undang-Undang 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Karena itu, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk insan pers, menjadi salah satu kunci. “Mohon doa dan dukungan dari semua pihak, termasuk para senior di PWI Jatim dan di SMSI Jatim,” ujar Amin.
Baca Juga: UMKM Lokal Bergairah, RaDja Hadirkan Bazar 10 Hari Penuh di Kanigoro
Lutfil Hakim menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan terbuka yang selama ini ditempuh KI Jatim. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran vital sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis dalam memastikan terpenuhinya hak publik atas informasi.
“Selamat dan sukses untuk Pak Ketua Amin, melanjutkan estafet kepemimpinan KI Jatim. Kami menyambut baik penjajakan kolaborasi ini. Pers dan keterbukaan informasi adalah fondasi penting demokrasi,” ujarnya.












