Disisi kreatifitas, “Inkubis” bisa merujuk pada kegiatan seni, desain, dan keterampilan lainnya yang mendorong siswa untuk mengembangkan bakat kreatif mereka.
Untuk sektor budaya,”Inkubis” juga berkaitan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai lokal di SMKN 1 Kertosono.
“Inkubis dapat mencakup lingkungan sekolah yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung terlepas dari latar belakang mereka,” paparnya juga.
Untuk diketahui, dari pemikiran kepala sekolah seperti itu tampaknya sudah klob dengan visi misi sekolah.
Baca Juga: Terdidik Jiwa Nasionalis, SDP Jadi Denyut Nadi Wong Alit
Untuk visinya mampu menciptakan tenaga terampil dan berkualitas yang dijiwai oleh nilai budaya dan karakter bangsa.
Sedangkan untuk misinya meliputi menciptakan tenaga terampil dan berkualitas, mengembangkan sikap religius dan etos kerja, menanamkan karakter positif, membangun kerja sama dengan dunia usaha/industri, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Yang membanggakan lagi, dengan program inovasi Inkubis yang digagas oleh Sigit Nuryakin tersebut dapat apresiasi besar dari Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Nganjuk.
Itu dibuktikan bersamaan dengan agenda pelatihan pembelajaran mendalam kepala sekolah seperti Kabupaten Nganjuk yang diselenggarakan di bulan September – November 2025 silam, Kepala Sekolah SMKN 1 Kertosono, Sigit Nuryakin mendapat nilai terbaik dari 25 kepala sekolah se Kabupaten Nganjuk. (Adi)












