Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Setiap Bulannya 16 Orang Remaja Kediri, Terkena AIDS

A. Daroini
×

Setiap Bulannya 16 Orang Remaja Kediri, Terkena AIDS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penyebar virus HIV
Ilustrasi penyebar virus HIV
Ilustrasi penyebar virus HIV

Kediri Memo.co.id

Setiap bulan jumlah penderita HIV maupun aids di kabupaten kediri bertambah 16 orang. Dari hasil temuan penderita rata-rata berusia produktif dan kebanyakan penularannya melalui hubungan sex.

Baca Juga: Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 Hadir di Kediri Pramuka Lakukan Renovasi Tiga Rumah Warga

Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Kediri terus bertambah dari waktu ke waktu. Bahkan dari temuan komisi penanggulangan aids daerah (KPAD) dan dinas kesehatan jumlahnya pada akhir juli ini saja mencapai 112 penderita.Bila di kalkulasi, rata-rata dalam se bulan ada penambahan orang dengan HIV AIDS (odha) sekitar 16 penderita.

Dinas kesehatan memperkirakan jumlah sesungguhnya di lapangan lebih dari itu, karena penyebaran hiv-aids layaknya fenomena gunung es. Artinya, jumlah yang terlihat lebih sedikit daripada yang tidak Nampak. “Kemungkinan bias lebih mas”, Ucap Nur Munawaroh selaku Kasi pencegahan penyakit menular langsung dinas kesehatan kabupaten kediri

Baca Juga: Vonis Empat Tahun Penjara bagi Penganiaya Balita di Ngronggo Kediri Ini Alasan Hakim

Dia juga melanjutkan bahwa temuan belakangan ini cukup banyak karena pihaknya aktif dalam memeriksa populasi kunci. Dikatakan munawaroh, bahwa jumlah penderita rata-rata pada usia produktif, dan penularannya kebanyakan karena hubungan sex bebas. Diakuinya, ada juga yang karena faktor lain seperti keturunan dan lainnya, tetapi prosentasenya kecil.

Selain usia produktif, ada juga temuan penderita HIV-AIDS menimpa anak dan bayi. kondisi ini terjadi karena tertular langsung dari ibunya.

Baca Juga: Aturan Baru Pilkades Kediri 2026 Akomodasi Calon Tunggal Bumbung Kosong Bisa Menang

Untuk diketahui, jumlah penderita HIV-AIDS dari tahun dari awal hingga juli 2016 ini tercatat 1.074 penderita. mereka sebagian sudah meninggal dunia. untuk itu dinas kesehatan.(wing/bs)