“Sengaja kami mengundang tarian dari daerah lain, untuk mengenalkan kesenian budaya dan kesenian. Dan nguri-nguri budaya tetap kita lestarikan,”terang Drs H. Masykuri.
Wakil Bupati Kediri ini mengatakan, tari seribu barongan yang di gelar dari tahun ke tahun ini semakin meningkat. Hal itu terbukti dari tahun sebelumnya berjumlah 1000 kini menjadi 2.023penari barong.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
“Tari barongan ini adalah kesenian khas dari Kabupaten Kediri. Harapan kami tari kesenian tradisional ini kedepan semakin dikenal dan dicintai warga kediri khususnya,” harapnya.
Persiapan Tari kolosal 1000 Barong ini, butuh waktu yang cukup lama untuk memadukan antara pemain satu dengan yang lainnya. Pasalnya, peserta yang mengikut pentas ini tidak hanya dari Kabupaten Kediri saja. ”Tamu undangan dari daerah lain juga banyak yang tertarik lantas ikut berpartisipasi menari untuk tari barongan ” papar Ketua PASAJAR Kabupaten Kediri Bopo Hary Pratondo.
Lebih Lanjut Bopo Hary Pratondo menambahkan, Barongan berasal dari kata barong atau yang biasa disebut dengan caplokan. Barongan adalah sebagian dari kesenian jaranan, yaitu kesenian dari bumi panji KEDIRI.
Tari klosal 1.000 barong ini menggambarkan nafsu duniawi manusia yang akan selalu dalam kondisi baik dan positif apabila bisa dikendalikan dengan benar. (Bs/Wing)
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












